Senin, 20 Mei 2013

Mengapa Orang Berpindah-pindah Kerja?




Judul lengkap tulisan ini jika dipanjangkan menjadi: Mengapa ada orang-orang yang suka berpindah-pindah pekerjaan?
Di level bawah seperti Office Boy atau Kurir atau Supir, orang berpindah kerja karena suasana yang tidak enak (misalnya bos yang tidak mengerti kesulitan anak buah atau teman-teman yang tidak cocok) atau karena gaji yang terlalu kecil. Gaji terlalu kecil itu maksudnya mengacu pada standar gaji untuk posisi yang sama.
Di level officer atau manajer, kepindahan itu bukan semata-mata karena gaji terlalu kecil. Seorang kenalan bercerita bahwa ia baru bekerja di sebuah perusahaan dua tahun, sudah mengundurkan diri karena hendak bergabung dengan perusahaan lain. Di tempat baru itu ia cuma bertahan dua tahun lalu pindah ke perusahaan lain. Eh di tempat ketiga itu juga ia hanya bertahan dua tahun.
Ternyata, kenalan itu punya rumus bahwa kalau dalam dua tahun dia tak mendapatkan perkembangan atau kemajuan dalam karirnya, termasuk remunerasi (gaji, tunjangan, fasilitas), maka ia akan hengkang.
Alasan pengembangan diri yang dikemukakan seringkali sebenarnya merujuk pada motif terdalam yaitu kenaikan kedudukan, tantangan, dan remunerasi. Ini biasanya bisa dilihat pada orang-orang yang sering berpindah-pindah kerja.
Penulis pernah bertemu dengan seorang manajer yang mengaku bekerja di 8 perusahaan yang berbeda dalam kurun 13 tahun karirnya. Setelah ngobrol panjang lebar dengannya, ternyata bukan remunerasi yang ia kejar. Baginya uang memang penting, tetapi lebih penting lagi adalah kecocokan dirinya dengan peluang pekerjaan dan dengan nilai-nilai perusahaan. Jika salah satu dari kedua hal itu tak terpenuhi, maka ia akan pindah ke perusahaan lain.
Ada ungkapan yang terasa lucu, yaitu “kalau mau karirmu naik, kamu harus pindah perusahaan.” Ternyata sebabnya adalah sulitnya dan lamanya karyawan di perusahaan untuk naik jenjang karir. Dan penulis melihat sendiri bagaimana mantan karyawan yang direkrut kembali oleh sebuah perusahaan dan menduduki jabatan yang lebih tinggi dibandingkan saat ia dulu meninggalkan perusahaan tersebut.
Ada juga orang yang berpindah-pindah kerja karena ternyata ia sedang mencari lingkungan yang paling cocok buat dirinya. Cocok dalam nilai dan penerimaan atau acceptance perusahaan plus lingkungan karyawan terhadap dirinya. Ketulusan perusahaan memberi penghargaan nonmateri menjadi ukuran juga. Ia tidak suka jika perusahaan mempunyai maksud tersembunyi atau hidden agenda dalam pemberian penghargaan kepada karyawan.
Jika disimak benar-benar, begitu banyak ragam alasan orang untuk berpindah kerja. Seringkali kita tidak tahu alasan sebenarnya karena memang kita bukan temannya untuk mengetahui lebih dalam. Di sebuah perusahaan di mana penulis pernah bekerja, ada seorang manajer yang awal karirnya bekerja di perusahaan terkenal selama 4 tahun lalu, lalu pindah ke perusahaan lain yang juga cukup terkenal. Di tempat baru itu ia hanya 3 tahun lalu beralih ke perusahaan ketiga. Di perusahaan yang ketiga di mana penulis juga berkiprah, ia sudah mencapai tahun ke-6 masa kerjanya, waktu itu.
Penulis tidak tahu apakah manajer tersebut sudah menemukan tempat yang pas atau tidak. Ia cukup dihandalkan oleh pimpinan perusahaan. Tetapi, di sisi lain, banyak pihak dalam perusahaannya yang tidak puas dengan kinerjanya. Penulis pun menilai bahwa ia tampaknya kurang mampu berkiprah sesuai dengan tuntutan peran yang disandangnya. Rasanya situasi ini dapat menjadi faktor penentu yang mendorongnya berpikir, apakah akan bertahan atau tidak.
Penulis sendiri mengalami perpindahan bekerja beberapa kali. Masa kerja penulis sebagai karyawan tetap yang yang paling singkat adalah 5 tahun. Hengkangnya penulis dari perusahaan tersebut ternyata sejalan dengan sebuah ungkapan yang berbunyi: “Orang mencari kerja karena citra perusahaan, tetapi meninggalkan perusahaan karena (perilaku) atasan.”
Perusahaan tersebut hanyalah perusahaan kecil saja, tetapi dia termasuk populer secara nasional (maaf demi etika, tidak bisa penulis sebut). Karena itu citranya termasuk populer dan menarik minat banyak profesional untuk bergabung. Penulis memutuskan pergi karena sudah tidak lagi mempunyai hormat/respect kepada pimpinan.
Alasan dari dalam diri karyawan yang memicu keputusan pergi disebut faktor pendorong (push factor) yang katanya nomor satu adalah sikap atasan. Di sisi lain, faktor penarik (pull factor) adalah peluang dari perusahaan lain. Bahkan untuk posisi tertentu yang termasuk sedikit persediaan orang-orangnya, perusahaan headhunter aktif membantu. Merekalah yang menjadi pull factor-nya.
Sebagai penutup, dapatlah dikatakan bahwa buat sebagian orang, berpindah kerja mempunyai nilai positif asalkan tidak berpindah berkali-kali. Berpindah kerja memberi kesempatan kedua (second chance) untuk menata karir lebih baik atau membina hubungan lebih baik. Seringkali, kepindahan itu juga membawa dampak positif berupa kenaikan posisi dan remunerasi. Kepindahan sekali atau dua kali dalam sepanjang usia karir seorang karyawan/manajer, mungkin malah banyak positifnya asalkan telah melalui persiapan yang matang termasuk mengukur kemampuan diri dan minat pribadi.

pustaka:
http://ekonomi.kompasiana.com/manajemen/2013/05/21/mengapa-orang-berpindah-pindah-kerja--561993.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar