Jumat, 24 Mei 2013

Genjot Ekonomi, BI Padukan Kebijakan Moneter & Makro




YOGYAKARTA - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menceritakan pengalamannya dalam membuat bauran kebijakan moneter dan makrofinancial kepada 14 negara The United Nations Economic and Social Commision for Asia and the Pasific (ESCAP) yang mengikuti seminar internasional pada hari ini.
"Dalam konteks ini saya menshare pengalaman Indonesia dalam bauran moneter dan makrofinansial. Ada dua paparan bauran kebijakan, yang satu adalah bauran kebijakan dalam skala perekonomian nasional yaitu bagaimana kita memformulasikan suatu kebijakan keuangan, moneter sehingga bisa menimbulkan pertumbuhan ekonomi dan kestabilan," ujar Perry saat seminar internasional yang bertema Economic Polices For Sustainable Growth With Equity in East Asia, di Hotel Sheraton Yogyakarta, Rabu (15/5/2013).

Perry menjelaskan, bagaimana BI bisa mengintegrasikan suatu kebijakan makroekonomi yang mungkin bisa menjaga stabilitasasi, mendorong perekonomian dan bisa mengatasi masalah kemiskinan.

"Bahwa untuk bisa mendorong pertumbuhan ekonomi agar stabilitas selalu terjaga perlunya bauran kebijakan, ini merupakan solusi utama untuk mengintegrasikan kebijakan itu agar bisa mencapai suatu yang sustainable. Intinya sih bagaimana kita membuat bauran kebijakan tersebut," tukasnya.

Perry menambahkan, untuk kasus di Indonesia saat ini berbeda-beda. Dia menilai untuk fiskalnya lebih kepada ke pengendalian defisit. "Bobotnya meyakinkan defisit yang kembali tidak sustainable, sehingga ruang ekonominya menjadi terbatas," imbuhnya.

Selain menshare dalam membuat bauran kebijakan moneter dan makrofinansial, Perry juga memberikan pengalaman BI mengenai stabilitas harga nilai tukar. Di mana untuk bisa melakukan stabilitas nilai tukar tidak selalu menggunakan suku bunga melainkan bisa juga dengan mengatur arus asing yang masuk.

pustaka:
http://economy.okezone.com/read/2013/05/15/457/807367/genjot-ekonomi-bi-padukan-kebijakan-moneter-makro

Tidak ada komentar:

Posting Komentar