Rabu, 25 Desember 2013

catatan2

PHK adalah Benih untuk Melahirkan Pengusaha Baru

“Setiap krisis ekonomi akan menghasilkan lahan subur untuk tumbuhnya pengusaha baru. Setiap PHK akan menghasilkan benih-benih unggul untuk tumbuh di lahan subur, dan menjadi pengusaha baru yang sukses.” ~ Djajendra


Pemutusan hubungan kerja (PHK) adalah sebuah peristiwa yang sangat menyakitkan hati. Orang-orang yang sudah mengabdi sekian lama, tiba-tiba harus meninggalkan tempat kerja, yang mungkin sudah sangat mereka cintai.

Setiap ada pertemuan pastilah ada perpisahan. Jadi, peristiwa PHK hanyalah bagian dari perpisahan dini. Sebab, bagaimanapun suatu hari setiap orang pasti harus berpisah dengan tempat kerjanya. Walau sudah sangat mencintai tempat kerja, perpisahan adalah sesuatu yang pasti terjadi, dan tidak dapat menjadi tidak terjadi.

Sangat banyak alasan untuk terjadinya PHK. Resesi ekonomi yang membuat perusahaan kehilangan penjualan; naiknya harga-harga bahan produksi yang membuat perusahaan tidak mampu bersaing; demo pekerja yang terus-menerus, sehingga perusahaan kehilangan moral kerja; jumlah pekerja yang terlalu banyak, sehingga perusahaan menjadi tidak efisien dan efektif; kegagalan perusahaan untuk berinovasi, dan sangat banyak alasan-alasan lain yang bisa menciptakan pemutusan hubungan kerja.

Walau pemutusan hubungan kerja sangat menyakitkan. Tetapi, untuk seseorang yang kreatif dan suka perubahan, maka PHK akan menjadi awal untuk memasuki kehidupan sebagai pengusaha.

Peristiwa PHK adalah sebuah peristiwa yang akan memicu semangat kewirausahan, khususnya untuk orang-orang kreatif yang memiliki disiplin dalam menciptakan nilai tambah, tanpa terjebak pada ego untuk memilih-milih pekerjaan. Dan hal ini berbeda dengan orang-orang yang terjebak dalam ego, gengsi, serta suka memilih-milih pekerjaan. Di mana, mereka ini akan menjadi calon pengangguran yang selalu tidak mampu berpikir jernih untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.

Peristiwa PHK sangatlah bagus untuk mereka yang sudah memiliki mental yang kuat, dan selalu mampu bangkit, serta cerdas melihat peluang apa saja agar biaya kehidupan sehari-hari mereka terpenuhi. Biasanya, orang-orang ini selalu rajin dan tekun untuk mengerjakan berbagai hal. Pada akhirnya, mereka akan tumbuh menjadi pengusaha baru dengan penghasilan yang sangat besar.

Calon pengusaha yang kuat biasanya lahir dari berbagai kesulitan dan kegagalan.
Ada sebuah cerita yang menarik. Sekitar tahun 1984 an, seorang buruh pabrik yang pada saat itu bergaji sekitar Rp 180.000,- per bulan, di PHK oleh perusahaannya. Setelah di PHK, dia mencoba mencari pekerjaan diberbagai tempat, lebih dari satu tahun dia tidak mendapatkan pekerjaan. Di tengah rasa frustasi dan kehilangan akal sehat, akhirnya dia mendapatkan pekerjaan di sebuah toko grosir sebagai tenaga penjual. Sebagai tenaga penjual, dia sering bertemu dengan pembeli, dan melayani mereka dengan sepenuh hati dan sangat rendah hati. Setelah lebih dari tiga tahun dia bekerja, toko grosir tempat dia bekerja menghentikan aktivitasnya, dan diapun kembali merasakan pahitnya PHK.

Pelayanan sepenuh hati dan sangat rendah hati telah menyelamatkan hidupnya.
Para pelanggan toko grosir tersebut masih suka menghubungi si tenaga penjual ini. Mereka suka meminta bantuannya untuk mencarikan barang-barang kebutuhan mereka dari toko-toko grosir yang lainnya, dan tenaga penjual ini mendapatkan komisi dari pelayanan yang dia berikan.

Suatu saat, ada pelanggan yang berasal dari luar negeri, memberikan modal uang agar tenaga penjual ini membelikan barang-barang kebutuhannya, dan dikirimkan ke negaranya. Dalam perjalanan waktu, mantan buruh inipun berubah menjadi pengusaha. Dia tidak saja menjadi pemilik beberapa toko grosir, tetapi juga memiliki pabrik untuk melayani kebutuhan pelanggannya. Dan, sekarang dia menikmati hasil dari PHK, bila saja dia tidak di PHK, mungkin saja sampai pensiun dia masih menjadi buruh.

Sangat banyak kisah sukses dari orang-orang yang pernah mengalami PHK. Jadi, peristiwa PHK adalah sebuah proses perjalanan diri menuju pencapaian yang lebih tinggi. Diperlukan mental yang kuat, dan tidak boleh kehilangan harapan untuk meraih sukses, walau diri sedang tidak punya pekerjaan ataupun tidak punya uang untuk sekedar biaya makan.
Setiap krisis ekonomi akan menghasilkan lahan subur untuk tumbuhnya pengusaha baru. Orang-orang optimis yang selalu bekerja dengan penuh semangat untuk memenuhi kehidupannya, akan menjadi benih yang paling berpotensi untuk menjadi pengusaha baru yang sukses.

Setiap waktu ada perusahaan-perusahaan yang kehilangan kemampuan untuk berinovasi, sehingga mereka tidak mampu tumbuh dan bertahan hidup. Di sinilah, peluang selalu muncul untuk pengusaha baru yang masih memiliki semangat tinggi, energi kreatif, dan kemampuan untuk berinovasi. Kemajuan teknologi yang sangat cepat merupakan peluang untuk menciptakan produk-produk baru yang lebih inovatif.

Pemutusan hubungan kerja bukanlah akhir, tetapi merupakan awal untuk mencapai prestasi dan kinerja yang lebih dari sebelumnya. Jadi, janganlah marah atau kecewa dengan PHK. Tenangkan diri dan kuatkan mental dengan rasa cinta, lalu mulailah pekerjaan selanjutnya dengan sepenuh hati dan rendah hati. Tidak ada yang terlambat di dalam hidup ini, berapapun usia Anda sekarang, tetaplah semangat untuk menjadi pengusaha baru, yang memulai usaha dengan cinta dan kerja cerdas.


sumber:
http://ekonomi.kompasiana.com/wirausaha/2013/12/26/phk-adalah-benih-untuk-melahirkan-pengusaha-baru-621660.html/unduh/26/12/2013

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar