Senin, 12 Agustus 2013

Manajemen Strategik Dalam Pengembangan Daya Saing Organisasi (15)



Tujuan dan Peran Analisis Lingkungan
Secara umum, tujuan perusahaan melakukan analisis lingkungan adalah untuk menilai menilai lingkungan organisasi secara keseluruhan.  Lingkungan organisasi ini adalah faktor-faktor yang berada di luar atau di dalam organisasi yang dapat memengaruhi kemajuan organisasi tersebut dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkannya. Dengan demikian, manajemen diharapkan dapat memberikan reaksi yang sesuai dan proporsional untuk mencapai keunggulan bersaing yang berkesinambungan.

Berikut contoh tujuan analisis lingkungan dari beberapa perusahaan:
a.    Untuk menyediakan kemampuan menanggapi masalah-masalah kritis dalam lingkungan bagi manajemen perusahaan.
b.      Untuk menyelidiki kondisi masa depan lingkungan organisasi dan memasukannya ke pengambilan keputusan organisasi.
c.       Untuk mengenali masalah-masalah mendesak saat ini yang nyata bagi perusahaan dan memberikan prioritas terhadap masalah tersebut, serta mengembangkan suatu rencana untuk menanganinya.

Secara khusus, peran atau fungsi analisis lingkungan bagi tiap perusahaan tentu saja berbeda-beda. Namun, secara umum, jika mengacu pada pendapat Certo dan Peter, ada tiga peran utama yang biasa ditemui sehari-hari, yaitu Policy Oriented Role, Integrated Strategic Planing Roles, dan Function Oriented Role. Untuk jelasnya, berikut akan diuraikan secara rinci.
a.       Policy-Oriented Role
Peran yang dimaksud di sini adalah peran analisis yang berorientasi pada kebijakan manajemen tingkat atas dan bertujuan untuk memperbaiki kinerja organisasi dengan memberikan informasi bagi manajemen tingkat atas tentang kecenderungan utama yang muncul dalam lingkungan. Peran ini menekankan pada deteksi awal reaksi manajemen tingkat atas yang sesuai dengan masalah strategik yang luas seperti sikap, norma, dan hukum yang memengaruhi perusahaan secara keseluruhan. Peran ini juga memiliki ruang lingkup yang lebih luas dan biasanya dijalankan secara tidak terstruktur. Bagian yang memiliki peran ini biasanya memiliki akses langsung ke manajemen tingkat atas dan berfokus pada organisasi secara keseluruhan.

b.      Integrated  Strategic Planning Role
Peran ini bertujuan untuk memperbaiki kinerja organisasi dengan membuat manajemen tingkat atas dan manajer divisi menyadari segala isu yang terjadi di lingkungan perusahaan yang memiliki implikasi langsung pada proses perencanaan. Fungsi ini dijalankan oleh bagian perencanaan baik ditingkat korporat maupun tingkat devisi dengan melakukan laporan rutin. Laporan tersebut biasanya proyeksi keadaan lingkungan yang akan dijadikan asumsi dasar dalam proses perencanaan dan laporan informasi lainya.

c.       Function-Oriented Role
Peran ini bertujuan untuk memperbaiki kinerja organisasi dengan menyediakan informasi lingkungan yang memberi perhatian pada efektivitas kinerja fungsi organisasi tertentu. Peran ini berorientasi pada masalah tertentu yang menjadi target utama dalam perusahaan.

Dari uraian di atas terlihat bahwa jika dihubungkan dengan perencanaan formal organisasi, liingkungan peran a sangat luas dan longgar, dan sifat peran c sangat spesifik dan khusus yang berhubungan dengan bagian tertentu.

.......

Pustaka:
Musa Hubeis dan Mukhamad Najib (2008), Manajemen Strategik dalam Pengembangan Daya Saing Organisasi, PT Alex Media Komputindo Kelompok Gramedia, Jakarta.

  
 "Tidak ada pekerjaan berat, jika kita kerjakan bersama-sama" ..(Jokowi)









Tidak ada komentar:

Posting Komentar