Minggu, 28 April 2013

Hidup itu INDAH, NISA


 Es Dawet




Aduh senangnya duduk disini…di trotoar kota tua pantai utara…mereguk nikmatnya segelas es dawet…segarnya serasa menyiram raga.
Aduh nikmatnya duduk di sini…di atas batu hitam pinggiran jalan…menyeruput es dawet yang tersisa…sirnalah lelah yang mendera…
Sepanjang jalan ku biarkan kaki melangkah…
Menikmati pemandangan taman taman kota
berhiaskan bermacam kerimbunan bunga…dan aneka pepohonan menjadi penyejuknya
sepanjang jalan ku biarkan kaki melangkah…
Memandang lalu lalang orang orang kota…
Dengan pakaian beraneka warna…menghias sudut sudut jalanan selepas pandangan mata..
Rupanya semua masih sama…dalam satu citarasa
antara orang orang kota yang jauh di utara…
Merasakan nikmatnya mereguk segelas es dawet dari jawa…
Bapak tua tersenyum penuh gembira…terkesan nada suara kata katanya….sajiannya tak tersisa..harapannya telah tercipta…diantara panasnya jalanan kota
kadang nampak menyeka butiran butiran keringat…. di antara keriuhan orang orang kota…yang berjajar di antrean bangku meja…
sungguh luar biasa…aku pun tersenyum bangga…memandang nikmatnya orang orang kota… sambil bercanda tawa mereguk es dawet yang tersisa.

pustaka:
http://fiksi.kompasiana.com/puisi/2013/04/29/es-dawet-551199.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar