Selasa, 24 Desember 2013

catatan2

Manajemen Hidup

“Rencana yang berharga adalah rencana yang mempunyai nilai kegunaan dan bermanfaat, dimana rencana yang dibuat terimplementasikan dengan tindakan nyata, demi suatu tujuan ataupun cita-cita”. (rencana efektif. Alan lakein, Manajemen Waktu)
Dimulai dari rencana yang kecil menuju rencana yang besar. Manusia bebas membuat rencana apapun tentang hidupnya tetapi manusia perlu mengingat tentang kesadaran membuat rencana menjadi kenyataan, dengan mengimplementasikan rencana kedalam tindakan nyata. Mungkin mudah bagi orang-orang yang hidupnya termanajemen karena mereka memulai hidupnya dengan rencana dan mengapresiasikanya demi tujuan dan cita-cita.
Sulit juga bagi orang-orang yang tidak terbiasa dengan manajemen (khususnya manajemen hidup) karena mereka melakukan tindakan tanpa rencana dan tujuan.
Kehidupan adalah sebuah organisasi yang berada dalam diri setiap manusia. Dengan itu manusia wajib mempunyai manajemen hidup yang baik, mulai dari rencana, pembagian jadwal kegiatan sehari-hari, mengimplementasikan terhadap tindakan nyata dan pada akhirnya menilai dan mengevaluasi hasil tindakan.
Apakah hasil tindakan sesuai dengan arah tujuan maupun cita-cita?
Pada dasarnya manusia harus berada dalam posisi jalan menuju tujuan sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan dapat mempersingkat waktu untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

sumber:
 http://ekonomi.kompasiana.com/manajemen/2013/12/25/manajemen-hidup-619541.html/unduh/25/12/2013

 

catatan2

Investasi Emas Menghadapi 2014

Menghadapi tahun 2014 ini, dengan menguatnya nilai dollar dan stabilnya perekonomian Amerika, membuat harga emas drastis turun. Para analisis pasar menilai, minat pembelian investor di bawah angka 1.200 dollar AS khususnya untuk keperluan industri dan sektor perhiasan. Pasar juga memperkirakan emas akan turun terus karena adanya pelonggaran kuantitaf dari Amerika hingga akhir tahun.  Turunnya harga emas, membuat ketertarikan sebagian investor ikut menurun. Padahal turunnya harga emas sekarang ini, merupakan momen yang baik untuk mulai berinvestasi.
Harga emas yang mengalami penurunan merupakan kesempatan besar bagi para investor untuk mulai menyimpan emas sebagai investasi jangka panjang. Sehingga saat harga emas kembali melonjak maka investor bisa melepas emasnya dengan memperoleh keuntungan yang lebih besar. Jika pemahaman yang tinggi dimiliki para investor dalam investasi emas, maka dipastikan dapat mencapai keuntugan yang melimpah. Emas yang memiliki sifat profitable, membuat produk ini tak pernah redup dikalangan para investor.
Edukasi terhadap bentuk investasi emas harus terus dikembangkan, agar para pemain yang terjun ke dunia investasi memahami bahwa emas dan nilai emas memiliki relasi yang kuat terhadap permintaan pasar. Permintaan emas yang meningkat membuat harga emas mengalami kenaikan, karena itu emas dikatakan terbatas atau suplai yang limited. Kekhawatiran investor terhadap harga emas yang terus merosot di penghujung tahun ini, membuat peminat investasi ini juga menurun. Namun, menurunnya minat investor di akhir tahun ini akan menjadi penyesalan jika tren kenaikan harga emas terjadi lagi.
Momen turunnya harga emas saat ini, justru menjadi saat yang paling baik untuk membeli emas. Sehingga nasib investasi yang satu ini dalam menghadapi tahun 2014, bukan perkara yang sulit apalagi yang ingin berinvestasi untuk jangka panjang. Beberapa perusahaan investasi akan tetap menawarkan produk emas miliknya, bahkan ada beberapa perusahaan asing yang mulai masuk ke Indonesia awal tahun nanti. Hal ini menandakan bahwa investasi dalam bentuk emas saat mengahadapi turunnya nilai emas di akhir tahun, masih menarik perhatian para investor.

sumber:
http://ekonomi.kompasiana.com/moneter/2013/12/24/investasi-emas-menghadapi-2014-622452.html/unduh/25/12/2013

 

catatan2

Business Model ecommerce

 

Bagi anda yang ingin menjadi pengusaha, untuk membuat bisnis online / internet startup, anda perlu mengetahui bagaimana cara memonetisasi nya karena bisnis online memiliki banyak cara monetisasi, mulai dari yang mudah sampai yang aneh-aneh. Dari sell something (commerce), advertising / iklan, subcription / berlangganan, freemium dan banyak lagi, tidak semuanya bisa diterapkan di Indonesia, karena beberapa business model membutuhkan tingkat penetrasi internet / smartphone tertentu dan tingkat GDP perkapita yang cukup tinggi ).
Selain monetisasi, anda juga perlu mengetahui 2 business model yang ada pada bisnis ecommerce, yaitu :
1. Marketplace
Bisa dibilang “mall online” yang menjadi sebuah open platform bagi banyak toko lainnya yang bisa membuka toko di situ, misalnya Tokopedia, Rakuten, Ebay, Bukalapak. Membangun ecommerce jenis ini membutuhkan keahlian teknikal seperti keahlian coding dan dukungan dana besar yang bisa bersumber dari investor karena business model seperti ini membutuh waktu lama untuk bisa mendapatkan profit. Initinya, bisnis seperti ini tidak bisa menciptakan uang pada hari pertama.
2. Toko online
Misalnya Bilna.com, Berrybenka.com, Saqina.com, Fellinshop.com, Cicierobags.com, Indomakeup.com, Tokoduaamoi.com, Shopatbanananina.com, Mimoholics.com. Jenis bisnis seperti ini bisa mendapatkan revenue di hari pertama dan bisa dibuat oleh siapapun. Kita tidak perlu mengumpulkan audience banyak terlebih dulu, tidak perlu seperti Femaledaily.com yang menunggu 2-3 tahun untuk menghasilkan revenue, tidak perlu seperti Kaskus yang menunggu 4-5 tahun untuk menghasilkan revenue atau Tokopedia yang sudah berdiri lebih dari 3 tahun tetapi belum profit. Ecommerce online store is all about the numbers. Traffic X Conversion X OS (order size) = Sales.

sumber:
http://ekonomi.kompasiana.com/wirausaha/2013/12/22/business-model-ecommerce-618845.html/unduh/25/12/2013

catatan

Pemerintah Harus Bentuk Sentra Industri Pangan

 

“UKM adalah salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia. UKM mampu menyerap tenaga kerja hingga 90% lebih. Oleh karena itu kita harus  berikan perhatian dan kepedulian lebih terhadap pengembangan UKM di Indonesia”
Hary Tanoesodibjo

Sektor UMKM adalah penyumbang PDB yang cukup besar yaitu 57 persen. Namun berbagai permasalahan dihadapi oleh pelaku UMKM terutama bidang makanan dan minuman.
Salah satu permasalahan tersebut adalah dalam menggarap pasar domestik. Tantangan ini diyakini akan kian berat saat berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN pada akhir 2015.
Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) dalam hal ini menyelenggarakan diskusi yang ditujukan untuk mengidentifikasi fakta dan permasalahan UMKM pangan Indonesia.
Mereka mengusulkan perlunya dibangun sentra bagi industri kecil dan menengah pangan. Keberadaan sentra tersebut diyakini akan memudahkan pembinaan dan mengefisienkan usaha UMKM dibandingkan jika mereka bekerja secara terpisah.
Persoalan pengembangan industri ini kemudian juga akan berhadapan dengan RUU Jaminan Produk Halal yang sekarang sedang menjadi polemik dan akan disahkan dalam waktu dekat.
Inti polemiknya adalah apakah sertifikasi halal itu wajib atau sukarela. Gapmmi mengatakan, kewajiban memiliki sertifikasi produk halal akan memberatkan pelaku usaha di sektor makanan dan minuman.
Biaya yang dibutuhkan untuk sertifikasi di Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia(LPPOM MUI) adalah Rp 6 juta.
Tarif tersebut baru untuk administrasi saja. Sedangkan, untuk biaya pengurusan sampai mendapatkan sertifikasi atau label halal untuk setiap produk bisa mencapai puluhan juta rupiah.
Prospek pengembangan industri sebenarnya cukup besar di Indonesia dengan potensi sumberdaya alam maupun sumber daya manusia yang tersedia. Tetapi tidak terkoneksi antara satu industri dengan industri lainnya.
Tidak ada upaya pemerintah untuk saling mengkoneksikan antara satu industri dengan industri yang lainnya.
Persoalan lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa industri-industri pangan ini akan menghadapi tantangan berat jika UU Jaminan Produk Halal ditetapkan. Lantaran industri tersebut perlu mengeluarkan biaya ekstra untuk sesuatu yang tidak diproduksinya.
Ini belum lagi dengan tantangan yang muncul dari kebijakan pemerintah untuk menaikkan pajak barang impor. Sementara banyak bahan baku yang dibutuhkan oleh industri pangan adalah barang impor.
Jadi bagaimana menjawab persoalan-persoalan di luar kapasitas produksi dari sebuah industri pangan?
1. Pemerintah harus mendukung usulan pembentukan sentra industri pangan
2. Pemerintah harus mempersiapkan infrastruktur regulasi dan standarisasi yang jelas dan pasti untuk meningkatkan mutu produk industri.
3. Agar pemerintah lebih serius mengelola biro-biro sertifikasi halal seperti Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan.
Seharusnya untuk mendapatkan sertifikasi itu tidak harus mengeluarkan biaya. Tetapi pengusaha akan keluar biaya besar apabila produk-produknya terbukti beracun misalnya. 

Jadi yang diperlukan bukan sertifikasi halalnya, tetapi juga kontrol kualitas produk dari waktu ke waktu.

“Teknologi adalah cara untuk memajukan Indonesia, sepanjang itu tepat guna dan bisa dimaksimalkan untuk menjawab kebutuhan pangan di dalam negeri”

sumber:
 http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2013/12/18/pemerintah-harus-bentuk-sentra-industri-pangan-617552.html/unduh/25/12/2013

catatan2

Peluang Ekonomi Indonesia Tahun 2014 

Ekonomi RI Tahun 2014 Akan Sama Seperti Tahun 2004 dan Tahun 2009

Pemerintah tetap optimis bahwa ekonomi Indonesia akan mampu tumbuh meski berbagai kalangan ekonom dan lembaga internasional memproyeksikan perekonomian Indonesia akan mengalami perlambatan pada tahun politik 2014.

Dana Moneter Internasional (International Moneter Fund/IMF), Bank Dunia, dan Bank Pembangunan Asia (Asian Depelopment Bank/ADB), pada Juni 2013, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 6,2 - 6,6 persen. Namun, pada Oktober lalu terjadi revisi ke bawah 5,5 - 5,8 persen.
World Bank atau Bank Dunia memprediksikan pertumbuhan PDB ekonomi Indonesia pada 2014 hanya akan berada dalam kisaran angka 5,3 persen atau turun dari 5,6 persen pada 2013.
Ekonom Bank Dunia untuk Indonesia, Ndiame Diop beralasan, melambatnya pertumbuhan ekonomi ini diakibatkan menurunnya investasi di bidang manufaktur dan mesin yang hanya tumbuh 4,5 persen.
“Tetapi angka tersebut masih cukup solid dan Indonesia masih menjadi negara investasi yang sangat menarik,” ujar Diop di Kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jakarta, Senin 16 Desember 2013.
Diop menambahkan, defisit neraca berjalan pada 2014 dari sebelumnya USD 31 miliar menjadi USD 23 miliar atau 2,6 persen dari PDB yang disebabkan melemahnya impor dan permintaan ekspor yang meningkat.
Menanggapi proyeksi lembaga tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa tidak sepakat dengan pernyataan Bank Dunia yang memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2014 hanya 5,3 persen.
Hatta mengaku tetap optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun depan akan mencapai range 5,6 persen sampai 5,8 persen dengan asumsi perekonomian dunia akan lebih baik.
“Menurut Hatta, pertumbuhan tahun ini cukup baik di situasi sekarang. Kalau kita lihat ekonomi dunia relatif sedikit lebih baik tahun depan dibanding 2013, mestinya kita tak lebih buruk dari pada 2013,” ujar Hatta di kantornya, Jakarta, Selasa (17/12/2013).
Hatta mengingatkan agar defisit neraca berjalan tetap dijaga dan diwaspadai karena menyangkut sentimen pasar terhadap perekonomian Indonesia. “Ini sebabnya kita gulirkan paket kebijakan dalam rangka memperbaiki persepsi pasar terhadap rupiah kita,” ujarnya.
Dia juga menjelaskan, walaupun tidak mematok pertumbuhan ekonomi relatif tinggi pada 2014, namun pertumbuhan tidak boleh dipatok terlalu rendah.
Sementara Staff Ahli Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan, Firmansyah menilai, faktor dari luar seperti membaiknya ekonomi Amerika Serikat (AS) bisa menjadi alasan bagi Reserve Federal (The Fed) untuk segera menarik stimulus moneter (tapering off), yang dikhawatirkan dapat memicu gejolak di pasar keuangan berupacapital outflow. Sementara situasi di dalam negeri juga memasuki era Pemilu 2014, yang dapat mempengaruhi perkembangan perekonomian.
“Terlepas dari itu semua, tak ada yang tahu secara pasti kondisi perekonomian tahun depan. Ada peluang terbentang, ada juga tantangan yang menghadang. Tinggal bagaimana menjawab tantangan itu semua agar perekonomian nasional bisa tumbuh sesuai harapan,” ujarnya di acara Roundtable Discussion “Tantangan Dunia Bisnis di Tahun Politik 2014″ yang digelar Koran Sindo di Gedung Sindo, Jl Wahid Hasyim, Jakarta, Selasa (17/12/2013).
Firmansyah optimis ekonomi Indonesia mampu tumbuh di 2014 lantaran kondisi ekonomi 2013 mirip dengan gejala 2008, setahun menjelang Pemilu 2009 yang juga terjadi guncangan ekonomi. Namun terbukti Indonesia mampu melewatinya dengan baik.
“Gejala yang terjadi saat ini sama persis dengan 2008 setahun sebelum Pemilu 2009, hanya defisit transaksi berjalannya saja yang berbeda. Namun saya optimis kita mampu melewatinya dengan baik,” yakinnya.
Di kesempatan yang sama, Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang justru menyamakan situasi 2014 akan seperti keadaan tahun Pemilu 2004 dimana calon presiden belum bisa diprediksi kalangan pelaku ekonomi.
“Di 2009, pasar yakin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan terpilih lagi. Kita melihatnya tidak ada saingan berarti bagi SBY saat itu. Sehingga, pasar bisa menentukan sikap waktu itu. Namun pada 2004, pasar sama sekali tidak bisa memprediksi siapa yang akan jadi pemimpin, sehingga situasi pasar sangat mudah terpengaruh berbagai isu yang ada,” jelas Edwin.
 
sumber:
http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2013/12/24/peluang-ekonomi-indonesia-tahun-2014-619498.html/unduh/25/12/2013

 

dokumentasi

pasar











catatan2

Pesona Kepemimpinan

Setelah membaca buku yang berjudul Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia yang merupakan terjemahan dari Sukarno Autobiography as Told To Cindy Adams, saya menemukan salah satu poin terpenting kepemimpinan, yaitu pesona. Lihatlah bagaimana Sukarno ketika berada di pengasingan – di Ende Flores, Bungkulu, atau di Padang – selalu mendapat sambutan dari masyarakat sekitarnya. Lain waktu di hari-hari menjelang Proklamasi beberapa pemuda mendatanginya dan mengatakan, “Bung Karno adalah pemimpin kami. Kami memerlukan Bung Karno untuk melakukannya. Di kalangan kami sudah diperdebatkan siapa yang dapat memproklamasikan kemerdekaan, tapi kesimpulannya hanya Sukarno yang dicintai oleh seluruh bangsa.”
Di sinilah akan terkuak bahwa kepemimpinan bukan hanya persoalan administrasi, menjerial, atau leadership skills lainnya, namun yang jauh lebih penting dari itu semua adalah sejauh apa pengikut atau bawahan terpengaruh dengan kepribadian sang pemimpin tersebut.
Berapa banyak pemimpin yang dipuja puji semasa jabatan berada di tangannya, kemudian berbalik caci maki ketika kekuasaan tersebut ditaruh kembali. Atau bahkan ekstrimnya, berapa banyak pemimpin yang disanjung-sanjung ketika orang-orang berada di depannya, namun disuruk-surukkan ketika punggungnya telah berbalik. Satu di antara penyebabnya adalah karena kekuasaan atau jabatan adalah satu-satunya actuator (alat penggerak) yang ia miliki.
Memang di antara yang melahirkan pesona adalah sisi menejerial, kemampuan problem solving, kepiawaian mengeksplor kata-kata, namun pucuk dari semua pesona itu adalah keperibadian yang menggerakkan. Pemimpin seperti ini jarang berbicara, sebab sekali berbicara ia sedang mempertaruhkan kepribadiannya. Dan itu sebabnya ia lebih banyak diikuti pada apa yang ia lakukan, bukan pada apa yang ia katakan.
Sekarang kita lihat apa di antara rahasia yang membentuk pesona kepemimpinan tersebut. Pertama, ia berperan sebagai parent (orang tua bagi anak-anaknya). Dan ikatan yang sangat kuat antara orang tua dengan anak-anaknya adalah ikatan jiwa. Pemimpin yang mempesona adalah yang merasakan apa yang dialami oleh masyarakatnya atau bawahannya, karena bahasa jiwa adalah bahasa rasa. Kedua, ia adalah guru bagi anak didiknya. Dan anak didik hanya butuh diajari bukan disalahkan. Ketiga, ini adalah basic skills yang telah saya sebut sebelumnya. Namun ketika ini bermasalah juga berakibat menyurutnya pesona kepemimpinan tersebut, karena itu pemimpin mesti belajar terus menerus, membaca lebih banyak, meningkatkan kemampuan public speaking-nya, dan bergaul dengan banyak orang.
Pemimpin yang mempesona selalu mengedepan kepribadiannya ketimbang jabatannya. Jabatannya bisa jadi berakhir, tapi tidak dengan kepribadiannya, jasadnya boleh jadi terkubur, tapi tidak dengan pesonanya.

sumber:
http://ekonomi.kompasiana.com/manajemen/2013/12/24/pesona-kepemimpinan-622358.html/unduh/24/12/2013