Minggu, 17 Februari 2013

Mencontohi Pemimpin Sejati




Gratisan Musik
Pemimpin terkadang didefinisikan sebagai orang yang mampu dan memiliki kemampuan mengatur, mengelola, serta menggiring diri, kelompok, agama, bangsa, atau bahkan dunia. Tapi, lebih dari itu, pemimpin merupakan sebuah konsep keteladanan.

Ketika setiap orang mampu meneladani apa yang ia lakukan tanpa sedikitpun rasa keraguan. Ketika tak hanya pengikutnya atau orang-orang terdekatnya yang mau dan mampu untuk ia rangkul, untuk kemudian meneladani serta berdecak kagum dengan apa yang ia lakukan. Bahkan, musuhnya sekalipun mengakui bahwa ia teladan yang baik bagi siapapun.

Kiranya begitulah yang ia ajarkan. Ia ajarkan melalui perbuatannya, ia ajarkan dengan menjadi modelnya sendiri. Ialah wali Allah, Rasulullah Saw.

Siapa tak kenal dengan beliau. Pesona serta karisma kepemimpinannya membuat semua orang berdecak kagum dengan sifat dan sikapnya. Semua? Ya, tidak hanya menjadi teladan bagi semua kaum Muslimin dan Muslimat, tetapi juga bagi seluruh alam, karena ia diutus untuk menjadi Rahmat bagi seluruh alam.

Namanya tak lekang oleh waktu, ajarannya tak usang oleh zaman. Bahkan, seorang keturunan Yahudi, Michael H. Hart, dalam bukunya yang berisi 100 orang berpengaruh di dunia menempatkan dirinya di posisi pertama sebagai orang yang paling berpengaruh di dunia.

Lihat, bagaimana semua ini bekerja jika bukan karena dampak dari keteladanannya. Fanatik? Tentu saja bukan. Jikalau memang konsep kepemimpinannya telah diakui oleh dunia, lantas mengapa kita menjadi ragu untuk selalu menyebutnya sebagai contoh, teladan terbaik bagi seluruh pemimpin dunia.

Siapa tak kagum dengan kesopanannya, yang membuat seluruh musuh menaruh rasa hormat padanya. Siapa yang tak takjub apabila sebelum datang amanah langit padanya, lalu ia telah mendapat gelar Al-Amin, sebuah gelar yang hanya dimiliki oleh orang yang benar-benar jujur dalam kesehariannya.

Beliau manusia biasa, sama diciptakan oleh Allah melalui kedua orang tuanya. Apa yang menjadikannya berbeda? Tak lain tak bukan adalah pesona kepribadiannya.

Apa sebenarnya yang beliau lakukan? Apa resep rahasia untuk pemimpin yang ajarannya sampai lebih dari 1000 tahun lamanya, masih kuat tertanam pada diri pengikut-pengikutnya? Tidak, tidak rahasia. Karena sudah amat sering kita baca dalam buku bacaan, empat sifat yang setidaknya ada pada diri seorang Utusan Allah.


1. Siddiq
Siddiq, berkata benar. Seorang pemimpin memang sudah seharusnya memiliki sifat ini. Setiap perkataannya mengandung sebuah kebaikan dan kebenaran.

Bagaimana mungkin kita dapat meneladani seorang pemimpin yang suka berbohong kepada rakyatnya. Hari ini berkata tentang A, besok berdalih ke B.

Ketika seorang pemimpin sudah tak dapat lagi dipegang kata-katanya, maka apalagi yang perlu kita teladani dan dipatuhi. Oleh sebab itu, pemimpin yang seperti ini tidak akan mendapat simpati dari masyarakatnya, dari pendukungnya, apalagi dari pihak oposisinya.

Ciri pemimpin yang sering mendustai rakyatnya tentu saja tidak akan memimpin dengan baik, karena ia sering membohongi nuraninya untuk berkata dusta. Sebaliknya, pemimpin yang berkata benar, maka ia tidak akan tega membohongi rakyatnya.

Saat pemimpin atau kelompok pendukungnya melakukan kesalahan, apabila ia mengakuinya dan kemudian tidak berusaha mencari pembenaran akan apa yang telah ia lakukan, maka sesuatu yang keluar dari lisannya adalah sebuah kebenaran. Pemimpin seperti ini menempatkan kebenaran di atas segala-galanya. Yang baik adalah baik dan yang salah adalah salah.

Seperti yang sudah Rasulullah Saw. katakan, apabila putrinya (Fatimah) mencuri, maka ia sendiri yang akan memotong tangannya. Begitulah kebenaran diletakkan di fase terbaik sepanjang zaman, yakni fase ketika Rasulullah menjadi khalifah atau pemimpin. Perkataan yang benar, tentu saja akan melahirkan sebuah keadilan dan kebaikan-kebaikan lain.


2. Amanah
Amanah adalah menjalankan tugas dan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Amanah ini memang selayaknya melekat dalam diri seorang pemimpin. Karena saat mengemban tugas sebagai seorang pemimpin, maka pertama kali yang harus ia pegang adalah amanah.

Amanah akan melahirkan banyak sekali sifat-sifat keteladanan. Amanah dapat berbuah keyakinan, ketegasan, peduli serta memahami siapa yang dipimpinnya. Bahkan, sudah semestinya amanah dapat berbuah pada ketenangan dan kesejahteraan bagi rakyat yang dipimpinnya.

Amanah inilah yang tertanam kuat pada pribadi Rasulullah Saw. yang berjanji menjadi orang pertama yang merasakan lapar sebelum rakyat yang dipimpinnya. Selain itu juga menjadi orang yang terakhir merasa kenyang setelah rakyatnya.

Amanah ini jugalah yang melahirkan totalitas dalam memimpin. Tulus dan ikhlas dalam membela kepentingan rakyatnya. Ia tidak bisa tidur dengan nyenyak, apabila belum memastikan bahwa seluruh rakyatnya mendapat tempat yang layak untuk bisa tidur dengan nyenyak. Ia tidak bisa makan-makanan mewah sementara rakyatnya banyak yang tidak bisa makan. Ia tidak bisa menikmati fasilitas mewah yang diberikan negara begitu saja, sementara banyak di antara rakyatnya yang hidup dalam kesusahan.

Tidak alasan lain bagi seorang pemimpin, jika ia tidak bisa merasakan apa yang dirasakan oleh rakyatnya. Semua itu hanya bisa dilakukan oleh seorang pemimpin yang dengan kesungguhan hatinya telah menetapkan, serta meneguhkan hatinya untuk bersikap amanah terhadap tugas besar yang diembannya.

Kesadaran akan amanah ini yang menjadi kunci keberhasilan dalam memimpin. Jika pun pemimpin tersebut tidak berhasil, maka sesungguhnya kesungguhan hatinya akan dapat dirasakan oleh rakyatnya. Sehingga, bukan cacian serta hujatan yang ia terima, akan tetapi dukungan moril dari rakyatnya.


3. Tabligh
Tabligh adalah menyampaikan. Bagi seorang utusan Allah, menyampaikan artinya memberi pesan pada kaumnya, untuk melakukan apa-apa yang Allah perintahkan dan mencegah dari apa-apa yang Allah larang.

Apakah berbeda dengan pemimpin lainnya? Tentu saja secara esensi tidak. Pemimpin adalah orang pertama yang harus menyampaikan tentang suatu kebaikan. Pemimpin menjadi model bagi rakyatnya untuk bersikap, bergerak, dan bertindak.

Ketika menyampaikan sesuatu hal, tidak ada hal lain yang disembunyikan dari rakyatnya kecuali rahasia-rahasia yang memang tidak boleh diketahui banyak orang dan apabila diketahui banyak orang maka dampak buruk yang timbul lebih besar, misalnya seperti strategi perang dan sebagainya.

Pemimpin yang baik, harusnya menyampaikan apa yang seharusnya disampaikan, walaupun pahit untuk disampaikan, misalnya dalam memberantas korupsi. Katakan dan sampaikan dengan tegas, apabila ia mengetahui apabila ada rekannya atau bawahannya yang melakukan tindakan ini. Maka dengan ketegasan, sampaikan pembuktian yang sebenarnya. Hitam adalah hitam dan putih adalah putih.


4. Fathonah
Fathonah adalah cerdas. Pemimpin memang sudah seharusnya memiliki kecerdasan, baik dari segi intelektualitas maupun dalam kecakapannya dalam memimpin.

Kecerdasan ini akan terwujud dari keprofesionalitasannya dan kemampuannya dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh rakyatnya. Jangan sampai pemimpin yang kita pilih tidak memiliki pengetahuan mengenai siapa yang dipimpinnya dan seperti apa negara yang dipimpinnya.

Kolaborasi empat sifat ini apabila dimiliki oleh Presiden Indonesia di masa mendatang, akan menghasilkan sosok pemimpin idaman. Inilah yang selama ini dinanti-nantikan kehadirannya untuk mengubah Indonesia ke arah yang lebih baik.

Semua rakyat Indonesia pasti memimpi-mimpikan pemimpin atau presiden yang memiliki keempat sifat ini. Sifat ini merupakan sifat yang satu sama lain saling terkait dan tidak dapat dilepaskan. Sifat yang satu akan mempengaruhi kuatnya sifat yang satunya.

Dengan keempat sifat tersebut, tentu saja akan menghasilkan negara atau rakyat yang dipimpinnya lebih maju dan lebih baik lagi. Semoga saja, pemuda-pemuda yang akan menjadi calon pemimpin masa depan dapat merenungi keempat sifat ini, dan mencoba mengaplikasikannya untuk bekal Indonesia di masa mendatang.

sumber:
republika online
Rina Nourmasari
Jalan H. Icang RT 07/RW 01 Kecamatan Cimanggis-Depok
Redaktur : Miftahul Falah
 Senin, 10 September 2012

pada senja


Terkadang, aku menemukan keindahan di tempat yang tak diinginkan orang, meski kebanyakan orang pun tak menginginkanku, tapi disanalah aku bisa menemukan keindahan yang aku cari......

Pada senja...
aku rindu cerita jingga kemerahanmu..
aku rindu mengikuti setiap jejak kisahmu..
aku rindu petualangan kecil kita..
aku rindu, itu saja..
sederhana, tapi ini rumit..



sumber:
bloger indonesia
AZLI..
19 Januari 2013

Secangkir Kopi di Penghujung Siang


Bersyukur dan berdo’a sama Allah SWT, untuk semuanya, baik untuk cobaan maupun nikmat yang telah Dia berikan . Karena tanpa-Nya, sekarang aku gak akan bisa duduk semanis ini depan laptop lengkap dengan hidangan secangkir kopi dan cemilan pavoritku. Sungguh luar biasa kabahagiaan yang ku rasakan ini.
Entah kalimat apa yang dapat kupakai untuk dapat menjelaskan ribuan nikmat yang kutemukan setiap hari.  Rasanya sampai kapan pun aku tak akan mampu menjelaskannya. Terlalu nikmat, terlalu indah dan terlalu sedikit kumpulan kosa-kata  yang ada dimuka bumi ini untuk dapat menjelaskan setiap kebahagiaan yang kutemukan.
Pantaslah jika Allah banyak menyapa manusia dengan kalamNya disurat  Ar-Rahman “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”. Begitu indahnya kalimat itu, begitu nikmat kudengar, begitu membawa fikiranku terkonsentrasi pada jutaan helai kebahagiaan yang telah dan sedang kurasakan.
Sapaan yang membuatku  merasa seakan – akan ada tangan yang terus menepuk halus pundakku sambil berkata “Jangan ragukan kemampuan Tuhanmu!… Jangan ragukan kemampuan Tuhanmu!…. Jangan ragukan kemampuan Tuhanmu!..”
Teruuus dan teruus terdengar, seakan semakin nyaring dan jelas.
Terima kasih ya Allah …. atas segalanya, atas semua yang terjadi padaku dan mampukan aku untuk selalu bisa merasakan limpahan keagungan mahakaryaMu.
___oOo___




aku


Terlahir……
Topeng bertaut…
Enggan tertampak nyata….
Rasa ingin tertuang bebas prasangka….
Luas cakrawala hati yg ingin melalang jagat aksara….
Antara nyata,semu walau hanya bergumam….
Hidup dalam pencarian jati diri yang bimbang…
Ingin gapai bintang namun daya hanya bisa mengambang…
Risau akan keinginan yang terlalu amat sangat membingungkan…..

sumber:
kompasiana, 16 February 2013
Irfan Nugraha

Sabtu, 16 Februari 2013

[Kopi Pagi] Tentang Rindu

Ia
Pada sejumput rindu yang telah lalu
Pagiku bercumbu embun….
Ia
Bagai serpihan yang terlanjur kaku, membeku di langit hati..
Kala musim datang dan pergi.
Menyimpan jejak subuh yang kau seduh hingga mentari enggan tersenyum…
Secangkir kopi masih sisa,
Engkau sisakan untuk kisah pilu selanjutnya..
Menghitam dalam cangkirku…
Menghujankan rindu dan lara hati….Gerimis menari..
Kita saling diam saat dunia hanya menjadi baris kata…
Usaikan kisahmu disini
Tempat dimana aku dan pagi bertemu.
Menikmati kopi berteman bulir-bulir air hujan dipagi ini…atis.


sumber:
kompasiana,
| 24 February 2012

Danau Hijau di Sebuah Kebun

Senja itu gerimis menipis. Tiris membasahi kerudung merah mudaku. Kau mengatakan, bahwa ada kesempatan melihat Tuhan di sebuah kebun. Kau sudah memahami betul bagaimana ketertarikanku pada kejutan-kejutan sederhana, namun kali ini kupikir kau akan memberiku kejutan besar dengan melihat Tuhan di sebuah kebun. Aahh … Hujan gerimis tidak membuatku pesimis, aku percaya kau tidak membohongiku. Tuhan selalu muncul pada saat-saat emas, aku yakini itu, emas kali ini memecah kerinduan dalam tetes-tetes gerimis yang menetas di bumi .

Kau menuntunku. Tanpa kata-kata. Kita berdiam dalam emosi masing-masing. Mungkin kita sama-sama berada dalam ruang yang sama. Ruang sama yang kita tempati sejak tetes gerimis pertama menghujam kesejukan udara Bogor senja itu.
Kita sudah sampai pada sebuah danau hijau yang mempesona. Tuhan telah hadir di antara kita. Meretas realitas spiritual dalam ruang-ruang bathin kita. Aku menikmati sensasiNya. Kesejukan. Keindahan…
 
Dalam hening yang membuatku hanyut dalam renungan, kau bergumam pelan.
“Nurani, lihatlah bagaimana Tuhan memanjakan kita.”



Alam dan segala isinya diciptakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Bahkan hujan turunpun bukan hanya demi dahaga kehausan saja namun juga untuk menumbuhkan benih-benih tetumbuhan dan buah-buahan yang mengenyangkan lapar manusiawi. Perhatikan bunga-bunga teratai itu, dan daun-daun lebar yang menjaga di sekelilingnya, mereka bersenandung, mendendangkan lagu kesunyian yang mendamaikan. 

Aku mengajakmu ke tempat ini, ingin membawamu pada kesunyian yang mendamaikan. Di mana tidak lagi kau temukan nyaring suara kegelisahanmu. Tuhan telah memanjakan manusia bahkan sebelum manusia diciptakan. Itulah mengapa kita menjadi makhluk manja yang mudah mengeluh. Keluh kesah menjadi makanan jiwa setiap hari. Meracuni rasa syukur, hingga kebahagiaan menjadi fatamorgana. Menutupi mata hati.

Bagaimana, apakah kau melihat Tuhan di kebun ini?


Sebelum berangkat ke tempat ini, aku menyempatkan diri membaca pesan dari Tuhan. Aku ingin kau menerima pesanNya juga…

*Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?
Dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu
Yang memberatkan punggungmu
Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu
,
Karena sesungguhnya
sesudah kesulitan itu ada kemudahan
Q.S 94 : 1-6
______
Met Wiken kawan semuaaa :)
selamat menikmati pemanjaanNya…


sumber:
kompasiana, 17 February 2013 

kopi kehidupan


 Saya adalah penikmat kopi … Dan setelah saya rasa dan pikir hidup ini memang seperti kopi meski ditambah gula sebanyak banyaknya tetap saja ada rasa pahitnya, kalau kata Habibie di film “Habibie dan Ainun”  hidup ini memang berat tapi indah, #jleb :) kalau gak indah semua orang udah pada kabur duluan ke akhirat, kenyataan kan gak ada yang mau pulang ke akhirat jadi kesimpulan hidup ini indah, kan gitu yah? tapi memang kebiasaan kita nih sebagai manusia, terutama saya, sering banget melihat cangkir kopi orang lain itu bangus banget kemudian saya membayangkan kopi orang itu lebih enak dari kopi yang saya minum, padahal bukan tidak mungkin kopi yang saya minum sama dengan kopi yang orang itu minum, atau bisa jadi kopi saya lebih enak, dasar manusia sukanya membandingkan miliknya dengan milik orang lain, padahal ilmu yang saya punya hanya sebatas pandangan mata #jreng :) 

Manusia diciptakan untuk saling melengkapi, selalu ada kata “kamu” yang menjadi bagian hidup manusia, iya dalam hidup saya dan hidup kamu. Entah itu “kamu” yg berupa pendamping hidup, kamu yg berupa sahabat atau kamu dalam arti lain yang intinya adalah mereka yg ada disekeliling saya. Karena mustahil manusia bisa hidup sendiri, di gua sekalipun pasti ada kamu.. kamu..

“Kamu” adalah kopi sedangkan “saya” adalah sebuah cangkir kosong. “Kamu” lah yang mengisi hari-hari saya dengan kehangatan di sebuah pagi yang berembun, menghangatkan dingin atau menemani malam yang sepi tanpa bulan sedang bintang hanya senyam tanpa cahaya.

Di hari-hari saya yang kosong, kamu hadir mengisi dua sisi hidup saya, perpaduan antara manis dan pahit. Ada dari kamu yang kadang membuat saya menjadi orang yang rasanya tak berguna, mereka menjatuhkan saya rasa pahit. Ada juga dari kamu yang begitu senang dengan saya, bahkan mencintai saya, selalu tersenyum dan memberi saya ruang untuk berbagi dan menunjukkan jati diri, kamulah yang membuat hidup saya jadi manis.

Pahit dan manis yang berkombinasi menjadi sebuah kenikmatan dalam hidup saya, seperti secangkir kopi hangat di pagi hari. Dan satu hal yang harus diingat adalah “kamu” tak akan selamanya ada di dekat saya. Kamu akan berganti. Datang dan pergi. Seperti manusia yang dihidupkan, kemudian dimatikan, seharusnya saya belajar dari sebuah gerbong kereta, yang selalu menanti kedatangan setiap kereta dengan senyum dan melepaskan setiap kereta pergi berlalu tanpa sesal dan airmata
Kesimpuan saya, hidup ini kan seperti Kopi Susu. Nikmat apalagi kalau diminum pagi hari lengkap dengan sepotong roti isi kacang, pahitnya menambah nikmat, manisnya melupakan si pahit, karena sejatinya hidup adalah campuran antara manis dan pahit, antara luka dan bahagia, dan sejatinya lagi kedua hal itu tak ada bedanya lagi jika ALLAH menjadi sandaran, menjadi cangkir, apapun isi kopinya jika cangkirnya indah, maka akan nikmat rasanya.

Coba perhatikan kopi susu, dia memang gak bening, tapi nikmat banget :) Ada rasa pahit dikit tapi justru rasa pahit itu yang menambah nikmatnya kopi susu, jika tanpa kopi hanya akan terasa manis susu, lalu dimana indahnya? dimana nikmatnya? Justru jarang ada orang mau minum kopi yang nggak terasa pahit sama sekali alias gulanya terlalu banyak. Gula memang manis, tapi ketika gula itu sedemikian banyak-nya ya bikin males juga minumnya.

Hidup memang ada kesulitan, tapi ketika saya menganggap kesulitan itu seperti pahitnya kopi di kopi susu, maka kesulitan akan mudah banget saya nikmati. Dan tahu gak roti panggang enaknya dimana? ditempat yang ada gosong2 dikit:)

Dan ALLAH begitu hebatnya menyiapkan porsi gula, kopi dan susu dlm hidup saya. Semua sesuai porsi saya, sesuai takaran kekuatan saya menikmati manis dan menyicipi getir kopi tak akan lebih dari kemampuan saya,  So, kita nikmati saja sajian ALLAH ini dengan penuh syukur. Karena siapa yang bersyukur atas karunia ALLAH maka akan ditambah nikmatnya :)  

Selamat minum kopi kehidupan :) 



Sumber:

Perempuan Di Kebun HIKMAH