Rabu, 26 Desember 2012

Bumerang Kenaikan UMK yang Fantastis





Untuk menghasilkan sebuah produk/barang siap jual, beragam komponen biaya yang harus ditanggung pelaku usaha/industri (foto : doc. pribadi)
Tahun 2012 hanya tersisa 5 hari lagi. Artinya setelah 5 hari ke depan kita telah memasuki tahun 2013 yang berarti mulai diberlakukannya upah minimum baru bagi para pekerja yang bekerja di sektor formal. Lalu sejauh mana kesiapan para pengusaha /pemilik industri untuk menjalankan aturan baru tersebut? Ternyata, tak semua pengusaha sanggup menjalankannya dan berupaya mengajukan penangguhan. Kalaupun sebagian menyanggupi, tapi dengan sejumlah prasyarat dan batasan, termasuk diantaranya membatasi rekrutmen pekerja untuk level pendidikan tertentu bahkan diikuti dengan rasionalisasi/ pengurangan pekerja besar-besaran.
Sepanjang sejarah UMK, memang baru kali inilah UMK naik secara fantastis sampai 4 - 5 kali lipat dari tingkat inflasi. UMK DKI Jakarta yang pertama kali ditetapkan dan kemudian memicu tuntutan di berbagai wilayah agar UMK disetarakan dengan DKI. Untuk DKI, kenaikan UMK mencapai 44%. Di kota tempat saya bekerja, Cilegon, yang Walikotanya menetapkan UMK sama besar dengan DKI, kenaikannya mencapai 49%, nyaris 50%. Ternyata itu belum seberapa, sebab di Bogor UMK naik sampai 70% karena menyamakan dengan Jakarta. Semua kenaikan itu baru sebatas kenaikan UPAH POKOK (basic salary) saja. Artinya, ada komponen upah lain yang sudah pasti ikut naik karena perhitungannya didasarkan pada upah pokok.
Selain upah pokok sebesar UMK, biasanya pekerja mendapatkan tunjangan makan dan transport yang dihitung sesuai jumlah hari kerja (kehadiran bekerja) dalam satu bulan. Selain itu, untuk pekerja yang bekerja dalam sistem shift (pergiliran kerja), maka ada uang shift yang dihitung sesuai jumlah hari shift petang dan shift malam. Disamping itu, jika mereka bekerja lembur, maka ada upah lembur yang besarnya dihitung dengan indeks lembur dikalikan jumlah jam lembur efektif, dimana pada 1 jam pertama dikalikan 1,5 kali indeks dan jam ke-2 sampai ke-8 dikalikan 2 kali indeks, sedang jam ke-9 sampai ke-11 dikalikan 3 kali indeks. Sebagai ilustrasi, seorang pekerja yang bekerja lembur 1 hari atau riilnya 8 jam, maka konversinya dihitung sebagai 15,5 jam. Lalu dikalikan indeks upah lembur yang besarnya1/173 dari UMK. Sekedar contoh, untuk kota Cilegon yang saat ini UMKnya Rp. 1.481.000,00 maka upah lembur sehari bisa mencapai Rp. 132.700,00. Jika pada 2012 nanti UMK menjadi Rp. 2.200.000,00 makalembur sehari saja upahnya Rp. 197.110,00. Itu baru lembur pada hari biasa. Jika lembur dilakukan pada hari libur, lebih besar lagi nominalnya.







Komponen upah yang diterimakan langsung kepada pekerja maupun yang diterimakan dalam bentuk benefit atau yang dicadangkan untuk diterimakan tahunan atau di akhir masa kerja, bukan hanya UMK saja. (foto : doc. pribadi)
Selain komponen upah yang diterimakan tiap bulan kepada pekerja (UMK, uang makan, transport, shift, lembur), sesuai UU pengusaha diwajibkan mengasuransikan pekerja pada program Jamsostek, minimal untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JK). Secara umum, perusahaan yang tidak memiliki program asuransi kesehatan program pensiun sendiri, maka total premi Jamsostek yang harus dibayarkan adalah sebesar 10,89% dari UMK.
Selain Jamsostek, pengusaha juga diwajibkan membayarkan THR atau tunjangan hari raya keagamaan minimal satu kali UMK. Artinya, setiap bulan pengusaha mencadangkan 1/12 x UMK. Selain itu, untuk pesangon paska kerja, biasanya juga disisihkan satu kali gaji atau 1/12 x UMKsetiap bulan. Maka, jika kenaikan UMK mencapai 49% seperti di kota kami, total konsekwensi yang harus ditanggung pengusaha lebih dari itu. Sekedar gambaran nilai rupiahnya, tahun 2013 di kota kami UMK naik sebesar Rp. 719.000,00/bulan. Jika dihitung semua kewajiban pengusaha terhadap pekerja, maka kenaikannya bisa mencapai Rp. 1,1 jutaan. Itu belum termasuk uang shift dan uang lembur lho! Juga dengan asumsi uang makan dan transport tidak ada kenaikan sama sekali.
Itu sudah semuanya? Belum! Bagi perusahaan yang mewajibkan pekerjanya menggunakan seragam kerja, mereka juga wajib menyediakan pakaian seragam kerja umumnya 2 stel per tahun. Lalu untuk pekerjaan yang memerlukan alat pelengkap perlindungan diri, pengusaha juga wajib menyediakan APD (safety equipment) seperti helm, sepatu safety, earplug, masker, sarung tangan, kacamata las, dll., yang total nilainya bisa mencapai lebih dari 1 juta dalam setahun.
Katakanlah kita hanya menghitung kenaikan UMK + premi Jamsostek + penyisihan THR + paska kerja yang saya sebut di atas, dimana nilainya Rp. 1,1 juta/orang/bulan, maka jika suatu industri mempekerjakan 1000 orang, perusahaan itu harus menyediakan dana tambahan untuk upah saja Rp. 1,1 miliar/bulan. Kalau ada 10.000 pekerja, maka tambahannya Rp. 11 miliar/bulan. Bisa dibayangkan beban yang harus ditanggung pemilik industri. Semua ilustrasi di atas baru contoh untuk kota yang mengalami kenaikan UMK 49%. Bagaimana pula jika kenaikannya 70%?!
Karena itu, pantas saja jika sejumlah perusahaan menjerit dan langsung menyatakan tak mampu membayar. Di kota kami, sebuah perusahaan yang memiliki pekerja 80.000 orang, langsung angkat tangan. Dengan perhitungan seperti di atas, konsekwensi yang harus mereka sediakan mencapai Rp. 88 M/bulan! Belum lagi uang shift dan lembur. Dengan cara apa akan menutup kebutuhan dana sebanyak itu dalam sebulan?! Menaikkan harga jual?! Kira-kira, masih logiskah kenaikan harga produknya jika didongkrak sedemikian tingginya? Apakah nanti produknya akan mampu bertahan di pasaran? Apa konsumen mau membeli produk yang harganya naik gila-gilaan? Pada industri padat karya, kenaikan upah tenaga kerja saja sudah menyentuh COGS (cost of goods sold). Ambil saja contoh pabrik rokok yang pekerjanya puluhan ribu. Akan dijual berapa rokok nanti?




Jika upah tenaga kerja sudah menyentuh titik harga jual produk, apakah bukannya alarm menanti kebangkrutan dunia usaha? Kenaikan harga yang melonjak akan melumpuhkan daya beli meski upah dinaikkan (foto : doc. pribadi)
Jika pengusaha memilih opsi kenaikan harga jual produk, maka bukan tak mungkin barang-barang buatan China dan Korea yang dikenal murah akan makin membanjiri pasar Indonesia dan produk dalam negeri akan makin kalah bersaing bahkan mati kutu di negeri sendiri. Tapi langkah apa lagi yang bisa dilakukan jika biaya tenaga kerja saja meningkat antara 44 - 70%? Padahal, dalam suatu industri yang menghasilkan dan menjual produk, biaya yang dikeluarkan bukan hanya biaya tenaga kerja (labor cost) saja. Ada biaya bahan baku dan bahan penunjang, ongkos produksi, biaya over head (listrik, air, telepon, perawatan gedung dan instalasi pabrik, administrasi, dll.), juga biaya pemasaran dan penjualan, ongkos iklan, biaya penyimpanan (pergudangan) dan biaya distribusi.
Maka sudah bisa dipastikan kenaikan UMK akan memicu kenaikan harga jual barang. Kenaikan harga produk industri tak akan sendiri, efek dominonya akan berimbas pada kenaikan harga barang dan jasa lain, termasuk harga bahan pangan. Kalau terjadi kenaikan harga, maka yang terkena dampaknya bukan hanya mereka yang bekerja di sektor formal saja, tapi semua masyarakat. Kalau sudah begini, apakah akan ada artinya kenaikan upah yang sebegitu tingginya? Bagi mereka yang bekerja di sektor formal yang upahnya naik, mungkin akan impas saja jadinya. Lalu bagaimana dengan mereka yang bekerja mandiri/wirausaha kecil-kecilan? Yang jadi tukang becak, pengojek, pemulung, jual pulsa pinggir jalan, tukang batu, pekerja serabutan, yang tidak tercover oleh UMK? Bukankah mereka makin megap-megap saja mengejar kenaikan harga kebutuhan hidup sementara penghasilannya tidak naik.
Pekerja di sektor formal pun belum tentu bisa tenang menikmati kenaikan ini. Sebab beberapa perusahaan sudah ancang-ancang melakukan penghematan dengan cara rasionalisasi pekerja alias pengurangan. Mereka akan memangkas jumlah pekerjanya terutama mereka yang dinilai kurang produktif (sering sakit, sulit di-upgrade ketrampilannya, dll.) serta yang tingkat pendidikan di bawah SMA/sederajat. Di Indonesia, jumlah pekerja tamatan SD dan SMP masih banyak, sebab angka putus sekolah masih tinggi. Perusahaan retail seperti jaringan Alfamart dan sejenisnya, bahkan sudah ancang-ancang untuk tidak lagi menerima pekerja lulusan SMA dan hanya akan merekrut lulusan sarjana saja. Kenapa begitu?
Selama ini, dengan UMK yang sekarang saja pekerja lulusan SMA take home pay-nya bisa mencapai 2 jutaan lebih per bulan. Jika nanti UMK menjadi Rp. 2,2 juta/bulan, maka penghasilannya bisa jadi hampir Rp. 3 jutaan sebulan. Ini sudah menyamai gaji sarjana. Melubernya jumlah sarjana dari banyak perguruan tinggi swasta, membuat lulusan S1 tak lagi punya posisi tawar tinggi. Jangan salah, saat ini banyak sarjana fresh graduate yang terpaksa mau digaji Rp. 2 - 2,5 juta per bulan dari pada tak dapat kerja. Kalau UMK naik, maka gaji sarjana akan “tersundul” upah buruh yang sebagian cuma lulusan SMP dan SMA/sederajat. Maka, rencana sejumlah perusahaan untuk tak lagi mempekerjakan lulusan SMA dan lebih memilih merekrut sarjana kalau harus membayar gaji sama, merupakan ancaman baru bagi kelangsungan peluang kerja lulusan SMA. Dan itu tak bisa dianggap sepele, sebab pekerja lulusan SMP dan SMA jumlahnya jutaan di Indonesia.


Sebuah komentar testimonial di forum diskusi di detik.com (screen shoot made by Ira)
Sebuah BUMN mengeluhkan, jika UMK naik, maka upah pekerja outsourcing di perusahaan mereka akan jauh mengalahkan pekerja tetap yang statusnya adalah karyawan langsung BUMN itu. Ironis sekali, sebabkenaikan upah karyawan yang sudah berstatus pegawai tetap itu hanya 5% sedang upah buruh naiknya malah 50% alias 10x lipat! Kecemburuan sosial akan makin tinggi, sebab “tuan rumah” upahnya kalah dengan buruh.
Maka, inilah bumerang yang kembali melesat ke arah pelemparnya : PHK/ pengurangan pekerja, lebih dahsyat lagi ancaman menutup usaha bagi perusahaan padat karya yang pekerjanya puluhan ribu orang, pembatasan peluang kerja bagi lulusan SMA, kenaikan harga barang dan jasa, pengangguran di mana-mana, pekerja sektor informal dan pengangguran makin miskin karena tak mampu mengejar kenaikan harga kebutuhan. Sudahkah Pemerintah - dalam hal ini Menaker dan para kepala daerah - berpikir jauh dan menimbang berbagai aspek dampak dari kebijakan ini?

Bagaimana dengan pekerja sektor informal yang upahnya tak diatur dengan UMK? Bukankah ke depan hidup akan makin berat bagi mereka? (foto : doc. pribadi)
Sebab di beberapa daerah, penetapan UMK cenderung bersifat politis karena kebijakan populis dari Walikota/Bupati/Gubernur. Semisal di Cilegon, semual KHL tahun 2013 ditetapkan Rp. 1.579.315,00 sehingga UMK 2013 yang dihitung 112% dari KHL menjadi Rp. 1.769.000,00 atau naik 20% dari UMK tahun 2012. Ternyata, entah apa pertimbangannya, Walikota menuruti begitu saja tuntutan buruh untuk menyamakan dengan UMK DKI  Rp. 2,2 juta/bulan, tanpa mempertimbangkan keberatan dari pelaku industri. Padahal, kalau industri tutup karena tak mampu bayar, bukankah pemerintah juga yang kelimpungan menghadapi kenaikan pengangguran dan tingkat kriminalitas?
Investasi pun akan mandeg, yang skala besar maupun kecil, sama-sama merasa berat. Yang skala besar mempekerjakan ribuan orang akan merasa berat karena magnitude kenaikan upah akan sangat tinggi. Yang skala kecil dan menengah akan megap-megap karena modal dan omzetnya memang tidak besar. Ambil contoh perusahaan X yang omzetnya hanya Rp. 10 M/tahun, pekerjanya hanya 100 orang. Kalau nanti mereka harus menyisihkan Rp. 3 juta/orang/bulan untuk labor cost, maka sebulan mencapai Rp. 300 juta, setahun menjadi Rp. 3,6 M. Belum biaya material dan ongkos produksi serta pemasaran dan distribusi produknya. Apa masih bisa mengantongi untung atau justru buntung? Kalau demikian, tak salah jika pelaku UKM lebih memilih mendepositokan saja modalnya yang tak seberapa, ketimbang tiap bulan harus nombok untuk membayar upah pekerja. Orang berusaha tak sekedar menyediakan lapangan kerja bagi orang lain, tapi juga ingin untung bukan?
Pekerja mandiri seperti ini yang menciptakan lapangan kerja bagi dirinya sendiri, tak akan mampu mentargetkan kenaikan penghasilan untuk mengejar laju kenaikan harga pasca kenaikan upah yang sangat tinggi (foto: doc. pribadi)
Misalkan anda punya dana Rp. 200 jutaan, lalu membuka usaha toko roti dan kue rumahan yang mempekerjakan 30-an orang dalam 2 shift kerja. Katakanlah anda cukup memanfaatkan dapur dan garasi samping rumah atau sekedar menyewa ruko kecil. Roti produksi anda dijual langsung di outlet sendiri, dititipkan di toko-toko dan dijajakan keliling komplek-komplek perumahan. Dengan UMK baru, anda harus menyediakan Rp. 90 jutaan untuk upah tenaga kerja. Sudah hampir separuh modal anda habis bukan? Lalu berapa rupiah anda akan menjual roti/kue agar usaha anda bertahan dan tidak merugi? Belum lagi kalau ada kenaikan harga tepung, gula, telur, dll. Salahkah jika akhirnya anda memilih menutup saja usaha itu atau memperkecil skalanya agar cukup hanya mempekerjakan sanak keluarga sendiri? Fenomena macam inilah yang akan mewarnai dunia usaha tahun 2013 nanti. Dampak dari sebuah kebijakan populis tanpa kajian mendalam dan mempertimbangkan banyak aspek. Bagi anda yang gajinya tak ikut naik seperti UMK, bersiaplah untuk pusing memikirkan tingginya inflasi yang bakal tak terkejar. Semoga saja masih ada jalan keluar yang masuk akal.

http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2012/12/27/bumerang-kenaikan-umk-yang-fantastis-519156.html








Minggu, 23 Desember 2012

Batok Kelapa Mencapai Dunia





Siapa yang tidak kenal buah kelapa, kelapa merupakan buah yang segar dan berguna untuk membantu cairan dalam tubuh. Pohon kelapa juga mempunyai banyak manfaat dari batang sampai buahnya. Negara Indonesia merupakan negara subur, sehingga pohon kelapa tumbuh begitu banyak dimana-mana. Kelapa tidak hanya digunakan sebagai makanan, tetapi dapat digunakan untuk kerajinan. Banyak masyarakat yang memanfaatkan kelapa sebagai bahan untuk membuat kerajinan, salah satunya adalah sebuah home industri yang berasal dari desa Bangun Jiwo,Sewon, Kasihan, Bantul Yogyakarta. Jika dilihat dari luar usaha ini hanya dipenuhi dengan setumpuk batok kelapa dan kayu, yang mungkin orang mengira hanya sebagai limbah. Tetapi tidak dapat disangkat bahwa usaha ini sudah sampai ke luar negeri. Usaha ini memanfaatkan limbah baik dari masyarakat, pabrik maupun pasar. Usaha ini digagas oleh seorang perantau dari Medan yang bernama lengkap Bapak Rasyid Ridho Parlindungan atau sering disebut dengan nama “Bang Ucok”. Bang Ucok merintis usaha ini sejak tahun 1997, saat dia masih mencari-cari pekerjaan di Yogyakarta.
Berawal dari perhatiannya terhadap limbah-limbah kelapa, kemudian Bang Ucok mencoba memanfaatkan batok kelapa tersebut yang ada disekitar rumahnya. Pada awalnya Bang Ucok membuat kerajinan dari batok kelapa dan kayu, yang hanya dijajalkan di sebuah kios dipinggir jalan. Kemudian pada suatu hari ada seorang wisatawan asing yang berasal dari Spanyol yang sedang berwisata ke Jogja, kemudian secara tidak sengaja turis itu melihat usaha tersebut dan menghampiri Bang Ucok, melihat kerajinan yang begitu unik, wisatawan tersebut tertarik untuk membelinya dan berniat untuk menjualnya kembali di negara asalnya. Sejak saat itu pesanan semakin banyak dan usaha Bang Ucok sedikit demi sedikit diekspor ke luar negeri. 







Home industri ini sebenarnya hanya untuk bagian produksi saja, untuk bagian ekspor Kota Kediri adalah tempat untuk penampungan kerajinan ini sebelum dikirim ke luar negeri. Jadi proses ekspor usaha ini dimulai dari proses produksi di Bantul kemudian di angkut ke Kediri, dan dikirim dengan truk kontainer lewat jalur laut sehingga sampailah ke Spanyol. Bukan hanya Spanyol Negara Australia juga pernah menjadi tujuan dari kerajinan ini. Sungguh tidak dapat disangka bahwa kerajinan tersebut dapat sampai keluar negeri. Jika ke luar negeri juga bisa, jelas ke kota-kota yang ada di Indonesia juga pasti sampai. Kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Kediri, Surabaya, dan ke luar pulau yaitu Sumatera menjadi tujuan dari usaha ini.











Kerajinan ini secara umum terbuat dari batok kelapa atau tempurung kelapa, bambu, kayu dan batang pohon yang sudah menjadi limbah. Bang Ucok sengaja memanfaatkan limbah darimana pun untuk dijadikan bahan untuk kerajinannya. Disamping membuat kerajinan, usaha ini juga ikut membantu menjaga lingkungan. Batok kelapa tersebut dibuat dengan berbagai bentuk seperti, bingkai foto, peralatan rumah tangga, asbak rokok, hiasan berbentuk bola, dan bisa ditempel di meja ataupun dinding. Selain itu ada beberapa kerajinan yang terbuat dari kayu seperti kursi, meja. Tidak terfikirkan sebelumnya bahwa dari sebuah batok kelapa akan menghasilkan kerajinan yang luar biasa. Bang Ucok mendapatkan ide dari mana saja, apa pun yang ide tersebut lalu dibuat, seiring waktu berjalan, idenya tersebut semakin unik dan menjadi inspirasi untuk membuat kerajinan, dia terus berinovasi untuk membuat kerajinan-kerajinan dalam bentuk lainnya.
 Bang Ucok menggunakan jasa karyawannya dari masyarakat sekitar yang ingin bekerja. Sehingga untuk mengatur kinerja karyawannya, tidak akan susah. Bang Ucok sebagai pemilik juga merasa senang karena dengan usaha tersebut dapat menghidupi karyawannya. Rasa kekeluargaan dan keterbukaan dalam usaha menjadikan karyawan menikmati usaha ini. Usaha ini patut mendapat perhatian dari pemerintah, karena dengan begitu masyarakat akan terbantu secara ekonomi dan membantu menigkatkan kesejahteraan masyarakat.

sumber:
http://ekonomi.kompasiana.com/wirausaha/2012/12/22/batok-kelapa-mencapai-dunia-513006.html
 

Senin, 03 Desember 2012

Akhirnya, PORTER Selamatkan Ekonomi Amerika


Oleh: Mathiyas Thaib
CEO Alomet And Friend

PORTER adalah guru besar ekonomi & Bisnis paling berpengaruh saat ini bagi banyak pemimpin bisnis dan kepala pemerintahan di seluruh dunia. Di umurnya yang mencapai 65 tahun, akhirnya dia bersama the “Harvard Dream Team” diminta kembali untuk menyelamatkan ekonomi Amerika.

“Saya sangat bangga dan mencintai penugasan ini, saya belum lelah dan tidak akan pernah lelah, sementara sebaliknya banyak kaum akademik yang lain di Amerika sudah menjadi sangat lelah melihat keadaan Amerika saat ini ”. Demikian komentar Porter merespon penugasannya oleh pemerintah Amerika untuk menyelamatkan ekonomi bangsanya, yang dinyatakannya di majalah Fortune edisi tgl 29 Oktober 2012.

Paragraf di atas menunjukkan bahwa sebetulnya Amerika selama ini telah salah arah dan salah jalan dalam penyelenggaraan perekonomiannya (penulis :hal ini pulalah yang telah dilakukan bangsa Indonesia selama ini sejak reformasi ), dan sebetulnya M. Porter selalu mengingatkannya, tetapi tidak pernah dihiraukan malahan justru banyak kepala pemerintah negara-negara lain yang meresponnya secara sangat positif diantaranya adalah mantan perdana menteri Malaysia Mahathir Muhamad

Tidak ada pemimpin-pemimpin bisnis perusahaan global yang tidak mendiskusikan bagaimana memenangkan persaingan secara berkelanjutan (Competitive Advantage) dengan topik-topik al:

· Bagaimana cara menurunkan biaya produksi dan operasi

· Bagaimana cara membangun perusahaan yang memiliki differensiasi

· Bagaimana membuat produk atau jasa yang unik untuk pasar yang focus.

· Bagaimana mendayagunakan rantai nilai yang efisien, efektif dan produktif.

Materi-materi diskusi tersebut pasti dalam konteks merumuskan dan merencanakan strategi perusahaan dan hal ini berarti pula bahwa semua pemimpin bisnis tsb telah masuk dalam pengaruh konsep pemikiran strateginya Michael Porter.

Saat ini topik-topik di atas, kembali bergema dan didiskusikan dengan tajam di lingkungan “Dream Team”. Ekonomi Amerika yang berjumlah 14 orang yang terdiri dari guru-guru besar dan staff pengajar senior Universitas Harvard dan Massachussetts Institute Technology yang dipimpin Michael Porter.

Ironis memang, karena selama 2-3 dekade ini Amerika selalu didominasi oleh team pemikir dan perancang ekonomi yang berbasis keuangan dan berpusat di Kementerian Keuangan (Treasury) dan hasilnya kita lihat sekarang. Ekonomi Amerika tidak pernah keluar dari krisis sejak tahun 1998 karena mendayagunakan mata uang dollarnya (US$) sebagai senjata pamungkasnya. Daya saing Amerika menjadi berantakan, makin lama makin tidak berdaya terutama dalam menghadapi Cina, karena Cina mendayagunakan produk dan cara berproduksinya yang inovatif sebagai senjata pemukul.

Seperti kita ketahui bersama bahwa pada awalnya kekuatan ekonomi Amerika sebetulnya terletak pada kemajuan teknologi dan inovasinya, sehingga tidak salah kalau penulis selalu menyatakan bahwa:

13545248691304320597“Yang membangun kejayaan Amerika adalah Detroit (pusat industri mobil 1950 an) dengan inovasi produksi, dan yang mempertahankan kejayaan Amerika adalah Silicon Valley (Pusat Teknologi Informasi tahun 1970 an) dengan inovasi teknologi, dan yang menghancurkan Amerika adalah Wall-Street (Pusat Keuangan Amerika tahun 1980 an) dengan rekayasa keuangan dan derivatif”.

Sebuah Negara seperti Indonesia yang cukup memiliki sumber daya alam dan dengan jumlah penduduk yang hampir mencapai 245 Juta, hanya satu jalan menuju kemakmuran, yaitu ekonomi berbasis produksi yang harus mengutamakan inovasi dan teknologi dan harus disertai dengan karakter dan kepribadian tidak ikut-ikutan, untuk itu lihat bangsa Cina.

Tetapi sayangnya apa yang telah dilakukan anak negeri, justru kebalikannya, kita telah menjalankan kehidupan ekonomi kita berbasiskan ilmu keuangan dan administrasi belaka untuk mencapai kemakmuran dengan cara berhutang dan dengan skenario orang lain pula seperti IMF, World Bank dan lembaga internasional lainnya.

Dalam 20 tahun terakhir ini sering kali kita mendengar kata-kata dari para elit ekonomi anak negeri al : “Indonesia akan menjadi pusat keuangan dunia” , “Anak saya telah menyelesaikan pendidikan Doctor-nya di bidang keuangan atau di bidang Marketing”.

….”.Makan deh tuh uang…” kata orang betawi……kalau kita mau introspeksi diri, kita telah terkelabui dan tersilaukan oleh bangsa Amerika, yang sebetulnya sedang meluncur ke bawah tingkat kehidupan dan perekonomiannya.

Oleh karena itu, sebaiknya kita jangan selalu ingin hidup Instan tanpa mau berproses atau melihat segala sesuatunya pada segala sesuatu yang sudah jadi saja, itulah salah satu kelemahan mendasar bangsa ini.

So tidaklah salah, kalau penulis dalam 10 tahun ini selalu mengatakan dan menganjurkan anak negeri untuk kembali kepada paham ekonomi yang berbasiskan management operasional dan produksi yang mengedepankan inovasi untuk memenangkan persaingan antar bangsa.

Toh… akhirnya bangsa Amerika meminta Prof. Michael Porter guru besar daya saing berbasiskan teknologi, produksi dan inovasi untuk mengembalikan jati diri bangsa Amerika..

Sumber:
Majalah FORTUNE edisi 29 oktober 2012
http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2012/12/03/akhirnya-michael-porter-menyelamatkan-ekonomi-amerika-513819.html

Konsep Bisnis dalam Al Qur’an







Gratisan Musik


Bisnis selalu memegang peranan vital di dalam kehidupan sosial dan ekonomi manusia sepanjang masa, sehingga kepentingan bisnis akan mempengaruhi tingkah laku bagi semua tingkat individu, sosial, regional, nasional, dan internasional.
Umat Islam telah lama terlibat dalam dunia bisnis, yakni sejak empat belas abad yang silam. Fenomena tersebut bukanlah suatu hal yang aneh, karena Islam menganjurkan umatnya untuk melakukan kegiatan bisnis. Rasulullah Shallullahu Alaihi wa Sallam sendiri terlibat di dalam kegiatan bisnis selaku pedagang bersama istrinya Khadijah.
Al Qur’an sebagai Kitab Suci Umat Islam bukan hanya mengatur masalah ibadah yang bersifat ritual, tetapi juga memberikan petunjuk yang sempurna (komprehensif) dan abadi (universal) bagi seluruh umat manusia. Al Qur’an mengandung prinsip-prinsip dan petunjuk-petunjuk yang fundamental untuk setiap permasalahan manusia, termasuk masalah-masalah yang berhubungan dengan dunia bisnis
Seorang ilmuwan dari Barat, C.C. Torrey dalam disertasinya yang berjudul “The Commercial Theological Terms in the Koran” menyatakan bahwa Al Qur’an menggunakan terminology bisnis sedemikian ekstensif. Ia menemukan 20 (dua puluh) macam terminology bisnis dalam Al Qur’an dan diulang sebanyak 370 kali dalam berbagai ayat. Penggunaan terminology bisnis yang sedemikian banyak itu, menunjukkan sebuah manifestasi adanya spirit yang bersifat komersial dalam Al Qur’an.
Al Qur’an mengatur kegiatan bisnis secara eksplisit dengan banyaknya instruksi yang sangat detail tentang hal yang dibolehkan dan tidak dibolehkan dalam menjalankan praktek bisnis. Para peneliti yang meneliti tentang hal-hal yang ada dalam Al Qur’an mengakui bahwa praktek perundang-undangan Al Qur’an selalu berhubungan dengan transaksi. Hal ini menandakan bahwa betapa aktivitas bisnis itu sangat penting menurut Al Qur’an.
Al Qur’an memandang bisnis sebagai pekerjaan yang menguntungkan dan menyenangkan. Kitab suci umat Islam ini dengan tandas mendorong para pedagang untuk melakukan sebuah perjalanan yang jauh dan melakukan bisnis dengan para penduduk di negeri asing. Hal itu berarti bahwa perdagangan lintas batas atau globalisasi bukanlah sesuatu yang aneh dalam Al Qur’an.
Di samping penghormatannya terhadap bisnis, Al Qur’an juga seringkali membicarakan makna kejujuran dan keadilan dalam perdagangan. Al Qur’an sangat menghargai aktivitas bisnis yang selalu menekankan kejujuran dalam hal bargaining sebagaimana yang diatur dalam Surah Al An’aam ayat 152, Surah Al Israa’ ayat 35, dan Surah Ar Rahmaan ayat 9.
Menurut Al Qur’an, bisnis yang menguntungkan adalah bukan hanya dengan melakukan ukuran yang benar dan timbangan yang tepat, tetapi juga dengan menghindarkan segala bentuk dan praktek kecurangan yang kotor dan korup sebagaimana yang diungkapkan dalam Surah Al A’raaf ayat 85 dan Surah Al Israa’ ayat 35. Al Qur’an menekankan bahwa sebuah bisnis yang kecil lewat jalan halal dan thayyib (baik), jauh lebih baik daripada bisnis besar yang dilakukan dengan cara yang haram dan khabits (jelek).
Perilaku bisnis yang benar menurut Al Qur’an adalah menepati janji dan kesepakatan, menjaga amanah dan janji, adil dan moderat dalam berhubungan dengan sesama, memiliki pandangan masa depan yang tajam untuk mengatur dan menyimpan sesuatu guna menghadapi masa-masa sulit, serta selalu ingat Allah dengan membayar zakat dan menunaikan shalat.
Al Qur’an mendeklarasikan bahwa kekayaan dan anak-anak adalah ujian krusial untuk sebuah integritas manusia, sebab jika manusia mampu berlaku baik saat mereka berada ditengah harta dan anak-anaknya, maka dia juga akan mendapatkan pahala yang baik. Hal ini dianggap sebagai sebuah perilaku baik sebagaimana yang tercantum dalam Surah At Taghaabun ayat 15.
Berdasarkan uraian di atas, dapat kita lihat, sikap Al Qur’an bukan saja mengizinkan transaksi bisnis, tetapi juga mendorong dan memotivasi hal tersebut. Namun untuk memberikan penjelasan yang lebih akurat dan jelas untuk membedakan antara bisnis yang menguntungkan dan bisnis yang menjerumuskan, perlu kiranya kita bahas lebih lanjut pada suatu pembahasan khusus.
Al Qur’an memandang kehidupan manusia sebagai sebuah proses yang berkelanjutan. Dalam pandangan Al Qur’an, kehidupan manusia dimulai sejak kelahiran dan tidak berhenti pada saat kematian. Hidup setelah mati, adalah sebuah keimanan yang sangat vital dan esensial. Tanpa keimanan pada hal yang sangat vital dan esensial, maka semua struktur dari system keimanan Al Qur’an akan rusak dan berantakan.
Manusia harus bekerja bukan hanya untuk meraih sukses di dunia, namun juga kesuksesan di akhirat. Semua hasil pekerjaan seseorang akan mengalami efek yang sedemikian besar pada diri seseorang, baik efek positif maupun negatif. Seorang penganut agama Islam harus bertanggungjawab dan memikul semua konsekuensi aksi dan transaksinya selama di dunia pada saat nanti di akhirat, yang kemudian dikenal dengan Yaumil Hisaab (Hari Perhitungan) dan Yaum al-Diin (hari Pembalasan).
Dengan demikian, konsep Al Qur’an tentang bisnis dilihat dari seluruh aspek perjalanan hidup manusia. Suatu bisnis tidak dianggap berhasil, jika hanya membawa keuntungan pada waktu tertentu saja, dan kemudian mengalami kebangkrutan atau kerugian yang diderita melampaui keuntungan yang pernah dicapai. Bisnis akan dianggap berhasil dan menguntungkan, jika apa yang didapat oleh seorang pelaku bisnis melebihi ongkos yang dikeluarkan atau melampaui kerugian yang diderita serta mempunyai manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Skala perhitungan semacam bisnis ini akan ditentukan pula di hari akhir nanti.
Al Qur’an memperingatkan dengan jelas bahwa seluruh aksi dan transaksi, bahkan niat dan delibrasi dari setiap manusia, selalu disorot dan dimonitor dengan cara yang akurat, karena Allah itu Maha Melihat, Maha Mendengar, dan Maha Tahu terhadap semua yang dilakukan dan ditransaksikan oleh manusia. Namun lebih daripada itu, banyak ayat-ayat Al Qur’an mengatakan tentang adanya catatan dan buku amal yang dengan teliti dan seksama telah dipersiapkan untuk diserahkan pada manusia pada hari akhir nanti.
Al Qur’an secara eksplisit menyatakan tentang pahala dan siksa yang akan diterima manusia pada hari akhir nanti, berdasarkan perilaku manusia selama di dunia. Akan tetapi, Al Qur’an tidak hanya mendeskripsikan masalah baik dan buruk, namun juga tentang pahala bagi perilaku yang baik dan siksa bagi perilaku yang jahat. Al Qur’an menyebutkan pahala yang melimpah bagi perilaku-perilaku yang baik yang dituangkan pada 30 ayat, dan siksaan bagi tindakan yang jahat dan keji pada 34 ayat.
Dengan pembahasan singkat di atas, dapat kita tarik kesimpulan bahwa konsep Al Qur’an tentang bisnis sangat komprehensif dan parameter yang digunakan menyangkut urusan dunia dan akhirat. Bisnis yang sukses menurut Al Qur’an adalah bisnis yang membawa keuntungan pada pelakunya dalam dua fase kehidupan, yakni dunia dan akhirat, sehingga saat terjadi konflik diantara keduanya, maka tindakan yang bijak sangat dibutuhkan, yakni dengan meninggalkan keuntungan yang cepat namun fana, demi memperoleh keuntungan yang abadi untuk di yaumil akhir nanti.

Penulis: Merza Gamal (Pengkaji Sosial Ekonomi Islami)

sumber:
http://ekonomi.kompasiana.com/moneter/2012/12/03/konsep-bisnis-dalam-al-quran-508052.html

Rabu, 28 November 2012

Jadilah Satpam yang baik: Seri Marketing




Gratisan Musik

Apa sih enaknya seorang satpam, pekerjaan ini menduduki level teratas pada skala kebosanan di tempat kerja. Apakah anda semua sudah pernah melihat pos satpam dengan catatannya yang merepotkan, wajah beringas dan tentunya tivi sebagai teman dalam bertugas. Mereka biasanya mempunyai postur tubuh yang tegap, dada bidang dan suara tegas.
Kesan ini selalu ada dihampir semua petugas pengamanan, mereka pada umumnya bekerja secara berkelompok, dan mendapatkan target yang tak kepalang tanggung, menjaga semua aset perusahaan, atau aset perumahan, dimana mereka bertugas. Jika target nya selama satu bulan terlampui yaitu tidak terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dan laporan sesuai dengan perkembangan serta kemauan boss besar, tidak mustahil bonus, komisi, THR dan gaji ke 13 akan di dapatkannya. Nah, pada suatu hari komandan regunya berkata, ketika melihat Teamnya yang selalu penuh semangat, teliti, gigih dan berharap mendapatkan lebih dari yang biasanya. Ok, begini TEAM, katanya : Sekarang musim hujan, benar ? Pertama: apaun kendala diluaran, hujan deras kek, banjir kek, gemuruh halilintar, apapun yang terjadi di komplek ini, tapi kalian harus tetap keliling, memperlihatkan tanggung jawab kalian sebagai petugas keamanan. Dan, ketika pembesar di komplek ini suatu saat bertanya mendadak pada kalian, apakah timbul permasalahan selama ini?, katakan, semuanya baik-baik saja, tiap malam petugas berkeliling mengontrol keadaan dan semuanya tercatat di dalam setiap laporan harian. Kedua. : Disaat pergantian shift atau ketika menemui ketidak wajaran, buat semuanya kembali normal atau lebih menyakinkan, dibanding kejadian sebelumnya.
Contoh ini berguna sekali sebagai pelajaran untuk mereka yang masih mau memypertahankan klien perusahaannya, dari jarahan atau serangan lawan bisnis dari luar. Sekali konsumen setuju dengan perjanjian bisnis anda, mereka sudah layaknya di perlakukan khusus dan tidak bakalan mau tahu masalah yang Anda hadapi dalam melayani mereka sebagai konsumen Kita. Mereka hanya menuntut, Anda mengerjakannya dengan baik, sesuai dengan peraturan yang berlaku, tepat waktu, disiplin, tidak mengeluh dan sesuai dengan anggaran yang tersedia. Dan, tentunya beri mereka layanan sedikit lebih dari yang mereka minta. Inilah sebuah dasar bagi kepuasan konsumen dan keberhasilan penjualan Anda sepanjang Abad. Para SATPAM itu akhirnya menjadi komando regu dan selalu dicari oleh setiap perusahaan yang hendak mengembangkan sayapnya di dunia Jasa Keamanan, mereka menjual keadaan yang selalu aman dan kenyamanan untuk Kliennya.

sumber:
http://ekonomi.kompasiana.com/marketing/2012/11/28/jadilah-satpam-yang-baik-seri-marketing-511766.html

Mengelola Manusia





Gratisan Musik



„Inspirasi Harian“ oleh Wikan Danar Sunindyo

Ada pelajaran yang menarik yang saya dapatkan saat kami mengadakan seminar mengenai energi nuklir di Indonesia. Dr. Hudi Hastowo yang saat itu menjadi kepala BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional) mengatakan bahwa tantangan terberatnya sebagai kepala BATAN adalah menghadapi dan mengelola manusia-manusia yang berbeda-beda watak, kemauan dan keinginannya.

Secara teknologi, Indonesia sudah sangat mampu mengelola teknologi nuklir sejak tahun 60-an. Namun yang terberat adalah bagaimana meyakinkan bangsa Indonesia bahwa bangsa Indonesia mampu menguasai dan mengoperasikannya. Banyak di antara kolega Pak Hudi yang benar-benar pakar di bidangnya, namun satu yang membuat Pak Hudi unggul adalah kemampuan dalam berinteraksi dengan manusia, mengelola sumber daya manusia, dan tidak memperlakukan manusia hanya sebagai suatu komponen, tapi sebagai mahluk hidup yang mempunyai keinginan dan perasaan. Selama masa kuliah, dihabiskan Pak Hudi juga untuk berlatih berorganisasi selain menimba ilmu. Sehingga pada saat lulus kuliah ia mempunyai kemampuan organisasi yang lebih baik daripada teman-teman lainnya yang hanya sibuk di bangku kuliah.

***

Ada kemampuan-kemampuan sampingan yang kadang tidak bisa kita dapatkan begitu saja hanya dari bangku kuliah. Kemampuan untuk berorganisasi, tampil di depan publik dan berbicara di depan masyarakat dengan berbagai macam kalangan, tidak bisa didapatkan hanya dengan mengikuti kuliah 4 SKS, tapi memang benar-benar harus terjun ke lapangan. Kadang yang akan kita hadapi bukan hanya masyarakat yang mengerti mengenai pekerjaan kita, tapi bisa juga masyarakat yang tidak tahu mengenai bidang kita, bahkan bisa saja yang anti atau tidak suka dengan pekerjaan kita. Dalam hal ini, kita tidak bisa memperlakukan manusia layaknya robot yang bisa diatur-atur dan disuruh-suruh. Perlu pendekatan kemanusiaan untuk mengerti apa kemauan dan kekhawatiran mereka. Dan untuk ini perlu ketulusan dan keikhlasan dalam melayani dan mengelola manusia.

***

BERTINDAKLAH! Belajarlah berorganisasi dan berinteraksi dengan orang lain. Selain menimba ilmu pengetahuan yang memang harus kita pelajari, kita juga perlu mengasah pikiran dan perasaan untuk mengetahui apa dan bagaimana pikiran dan perasaan orang lain. Itu yang membuat kita menjadi orang yang lebih baik, lebih amanah sehingga dapat dipercaya untuk memimpin dan mengelola sekelompok orang. Pemimpin yang baik adalah yang melayani anggotanya, bukan hanya memikirkan kepentingan dirinya sendiri


sumber:
http://ekonomi.kompasiana.com/manajemen/2012/11/28/mengelola-manusia-512505.html

Tips Membuat Calon Investor Terkesan




Gratisan Musik


Memang tak semua orang bisa berbisnis dengan modalnya sendiri. Beberapa yang terbentur masalah modal mau tak mau harus memutar otak untuk mengatasinya. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan mencari investor. Berikut ini wira akan bahas tentang “Tips Membuat Calon Investor Terkesan”. Semoga bermanfaat :)
1. Ceritakan konsep usahamu dengan singkat dan sederhana agar mu
dah dipahami. Hindari penggunaan bahasa yang sulit dan berbelit-belit.2. Jalinlah percakapan dua arah dengan calon investormu agar tumbuh keakraban. Usahakan agar tak ada “awkward moment” dalam perbincangan.3. Hindari pernyataan-pernyataan sensitif dan negatif yang dapat mengganggu calon investor serta merusak suasana obrolan.4. Yakinkan calon investor bahwa fokus utama bisnismu adalah kepuasan konsumen, karena itulah esensi dari bisnis yang dicari investor.5. Kadangkala kita juga terlalu menggebu dalam menceritakan bisnis kita. Antisipasilah agar hal ini tidak terjadi.6. Gunakan 1 atau 2 angka sebagai ukuran bisnismu. Jangan terlalu banyak menggunakan angka sebagai ukuran karena akan membingungkan calon investor. 7. Jangan berbohong. Ceritakan apa yang sesungguhnya tentang bisnismu. Berbohong hanya akan merusak citramu sebagai pebisnis.
Intinya, be yourself saat bertemu dengan calon investor. Untuk yang akan segera bertemu dengan calon investornya, good luck! :D
sumber :
facebook TDA Balikpapan
http://ekonomi.kompasiana.com/wirausaha/2012/11/29/tips-membuat-calon-investor-terkesan-512707.html