Sabtu, 06 Juli 2013

Seluk-beluk Budidaya Jamur Tiram




Di antara tanaman jamur yang bisa dimakan, jamur tiram putih mungkin masih terdengar asing di telinga sebagian masyarakat Indonesia.
Namun, bagi petani Malang, jamur yang juga bernama Pleurotus ostreatus itu sudah bukan tanaman asing lagi karena mereka sudah membiakkannya sebagai bahan pangan.
Jamur yang berbentuk cangkang tiram dan mengandung asam lemak tak jenuh tersebut sangat mudah dibudidayakan dan dikembangbiakkan, terutama di daerah pegunungan yang hawanya sejuk.
Biasanya, jamur tiram putih tumbuh di alam bebas seperti di pohon atau batang kayu yang sudah lapuk. Tetapi sekarang sudah mulai dibudidayakan dan dikembangbiakkan di areal yang terbatas, bahkan di dalam ruangan.
"Saat ini, jamur tiram menjadi makanan yang digemari masyarakat. Untuk membudidayakan dan pengembangbiakkan jamur tiram tidak terlalu sulit, tidak membutuhkan biaya dan lahan yang luas," kata seorang pembudidaya jamur tiram putih Muhammad Romsi di Desa Sumber Agung, Kecamatan Sumbermanjing, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Romsi yang merupakan penanggungjawab pengembangbiakan jamur tiram putih dari kelompok tani Sumber Agung menuturkan, pengembangbiakan jamur itu bisa dilakukan oleh siapa pun.
"Asal suhu ruangan lembab dan lantai disiram. Suhu maksimal ruangan adalah 29 derajat celsius," kata dia.
Untuk pembudidayaan di dalam ruangan, pertama perlu dibangun rumah-rumah kecil, bisa dalam berbagai ukuran. Romsi dan rekan-rekannya hanya membuat ruangan berukuran 3x4 meter dengan dinding dari anyaman bambu dan berventilasi.
"Untuk pengembangbiakan jamur, (ruangan) tidak boleh terkena air hujan maupun matahari secara langsung. Tapi perlu ventilasi agar terjadi pertukaran udara," kata dia.
Dalam bangunan berlantai tanah tersebut, dibuat rak setinggi 1,5 meter dari bambu sebanyak 26 rak. Rak-rak itulah yang akan digunakan untuk menempatkan kantung-kantung plastik, media tempat tumbuhnya jamur.
"Setiap rak bisa memuat 1000 kantung plastik," kata Romsi.
Kantung plastik yang telah diisi dengan serbuk gergajian pohon Sengon, gandum, katul padi (limbah kulit padi sisa penggilingan), dan jagung yang mudah ditemui di pasar-pasar. Masing-masing kantung tersebut dijual dengan harga Rp1.700.
Pembiakannya tidaklah rumit dan dapat dipanen sebulan setelah penempatan kantung plastik di atas rak-rak dalam ruang pembiakan.
"10 hari pertama, akan ada perubahan isi kantong plastik dari coklat menjadi putih. Lalu ikatannya dibuka atau disobek sebesar tutup botol. Dari sobekan itu akan muncul bakal jamur. Tiga hingga empat hari setelah bakal jamur terlihat, sudah bisa dipanen. Rata-rata untuk berat jamur antara 5 ons. Untuk satu kali panen, biasanya menghasilkan 5 kilorgram dan itu bisa dilakukan panen setiap hari," kata Romsi.
Yang lebih penting lagi, budidaya jamur itu sangat bermanfaat secara ekonomi karena harga jualnya mencapai Rp8.000 hingga Rp10.000 per kilogram.
"Kalau kita yang langsung jual ke pasar, harganya Rp8000. Tapi kalau ada yang datang langsung membeli, harganya Rp10 ribu," kata Romsi.
Berdasarkan penelitian, jamur tiram putih mengandung protein tinggi (10,5-30,4%), air, kalori, mineral, lemak dan karbohidrat. Tak hanya itu, tanaman tersebut juga mengandung kalsium, vitamin B1, B2 dan vitamin C.
Jamur tiram putih mengandung fosfor, besi, kalsium Komposisi dan kandungan nutrisi setiap 100 gram jamur tiram adalah 367 kalori, 10,5-30,4 persen protein, 56,6 persen karbohidrat, 1,7-2,2 persen lemak, 0.20 mg. Kalori yang dikandung jamur ini adalah 100 kj/100 gram dengan 72 persen lemak tak jenuh.
Serat jamur sangat baik untuk pencernaan, mencapai 7,4- 24,6 persen sehingga cocok untuk para pelaku diet.
Kandungan gizi jamur tiram menurut Direktorat Jenderal Hortikultura Departemen Pertanian, antara lain protein rata-rata 3.5 - 4% dari berat basah atau dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan asparagus dan kubis. Jika dihitung berat kering, kandungan proteinnya 10,5-30,4%.
Jamur tiram juga mengandung sembilan macam asam amino yaitu lisin, metionin, triptofan, threonin, valin, leusin, isoleusin, histidin, dan fenilalanin.
Dari sisi manfaat jamur tiram putih memiliki berbagai manfaat, bisa sebagai makanan, asupan menurun kolesterol, sebagai antibakterial dan antitumor, serta dapat menghasilkan enzim hidrolisis dan enzim oksidasi, dan bermanfaat bagi penderita jantung lemah serta beberapa penyakit lainnya.
Jamur ini juga dipercaya mempunyai khasiat sebagai obat berbagai penyakit seperti liver, diabetes, anemia. antiviral, dan antikanker.
Bagi penderita obesitas (berat badan berlebih), jamur tiram juga dipercaya mampu membantu penurunan berat badan karena berserat tinggi dan membantu pencernaan. antitumor, antikanker, antivirus (termasuk AIDS), melawan kolesterol, antijamur, antibakteri, dan dapat meningkatkan sistem imun.
Jamur tiram bisa dikonsumsi dengan berbagai cara pengolahan seperti digulai, disup, untuk soto. Bahkan bisa dijadikan makanan ringan dalam bentuk keripik. (as)


pustaka:
http://www.ciputraentrepreneurship.com/bisnis-mikro/23339-seluk-beluk-budidaya-jamur-tiram.html

AL-Qur'an dan Terjemahanya. Edisi Ilmu Pengetahuan (3)

Ilmuwan Muslim Generasi Awal
Dunia Islam yg diterangi oleh cahaya Al-Qur'an pernah mencapai masa keemasan di bidang sains, teknologi dan  filsafat tepatnya di bawah Dinasti Abbasiyah yg berkuasa sekitar abad ke-8 sampai ke-15. Masa keemasan itu ditandai oleh berkembangnya tradisi intelektual dan kuatnya spirit pencarian serta pengembangan ilmu pengetahuan yg diawali dengan transiasi massif atas karya-karya tulis para filsuf Yunani kuno. Dalam rentang masa keemasan ini, lahir para ilmuwan besar dan masyhur, seperti  Al-Biruni (fisika, kedokteran), Jabir Ibn Hayyan (Kimia), Al-Khawarizmi (Matematika), Al-Kindi (Filsafat), Al-Razi (Kimia, Kedokteran), juga Al-Bitruji (Astronomi). Selai itu, juga ada Ibnu Haitsam (Teknik, Optik), Ibnu Sina (Kedokteran), Ibnu Rusyd (Filsafat), dan Ibnu Khaldun (Sejarah Sosiologi).

Nama-nama tersebut merupakan nama-nama besar yg telah sangat dikenal sejak lama. Sejarah ilmu pengetahuan terus menguaknama-nama sarjana muslim pada masa keemasan peradaban Islam. Abu Al-Wafa Al-Buzjani yg mempunyai nama lengkap Abu Al-Wafa Muhammad ibn Muhammad ibn Yahya ibn Ismail ibn Abbas Al- Buzjani  (I, 940 M) adalah pencetus rumus sinus, kosinus, sekan, kosekan,. Sebelum Ibn Haitsam, Dunia Islam telah memiliki ahli ooptik pencetus hukum-pembiasan cahaya, yaitu Ibn Sah atau Abu Saad Ala-Ibn Sahl (I, 940 M, w. 1000 M), Al-Dinawari yg mempunyai nama lengkap Abu Hanifa Ahmad Ibn Dawud Dinawari, lahir pada 828 M di kota Dinawari, menulis Kitab Al-Nabat (Buku tumbuh-tumbuhan) yg membahas 673 jenis tanaman, tahap demi tahap sejak tumbuh hhingga mati.

Ilmuwan muslim tidak hanya memelopori bidang sains dan kedokteran, tetapi juga bidang teknik atau rekayasa Abbas Qasim ibn Firnas atau  Ibn Firnas saja adalah sarjana pertama yg membuat percobaan penerbangan. Pada tahun 825, Ibn  Firnas menggunakan satu set sayap dari kain yg dibentangkan dengan kayu melompat dari menara Masjid Agung Cardova. Percobaanya terus diperbaiki dan ia berhasil terbang secara terkendali.

Syaikh Rais Al-Zaman Abu Al-'Izz ibn Ismail ibn Al-Razzaz Al-Jazari adalah pertama yang mengembangkan robotika pada abad ke-13. Robot pertama Al-Jazari berbentuk perahu dan diapungkan di danau dengan ditumpangi empat robot pemain musik.

Para sarjana muslim tersebut yang menjadi jembataan dan perantara bagi kemajuan ilmu pengetahuan di dunia modern saat ini. Dari Dunia Islamiah, ilmu pengetahuan mengalami transmisi, diseminasi, dan proliferansi ke dunia barat yang mendorong munculnya zaman pencerahan (renaisans) di Eropa. Melalui Dunia Islam, Barat mendapat akses untuk mendalami dan mengembangkan ilmu pengetahuan modern. Singkat kata, tanpa peran sarjana muslim klasik, tidak mungkin disaksikan telepon, mesin faks, televisi, mobil, komputer, pesawat yang mampu mengangkat jemah haji dengan cepat, maupun pesawat ulang-alik Challenger atau Soyuz.
.........

Pustaka:
Sofyan Abdul Rosyid (2011).Al-Qur'an dan Terjemahanya. Edisi Ilmu Pengetahuan PT Mizan Publishing House. Bandung 


AL-Qur'an dan Terjemahanya. Edisi Ilmu Pengetahuan (2)

Al-Qur'an
Al-Qur'an diyakini seluruh umat Islam sebagai Kitab Suci yg harus dipegang teguh. Kebenaranya berlaku sepanjang zaman, dan didalamnya terdapat aturan serta petunujuk yg berasal dari Allah Swt. Al-Qur'an juga diyakini dan diakui oleh umat Islam sebagai satu-satunya Kitab Suci yg belum dan tidak akan pernah mengalami perubahan sejak diturunkan.

Al-Qur'an merupakan satu-satunya bacaan yg dipelajari dan diketahui sejarahnya. Bukan sekedar secara umum, melainkan ayat demi ayat, baik dari segi penetapan kata demi kata dalam susunanya serta pemilihan kata tersebut, melainkan mencakup arti kandunganya yg tersurat dan tersirat, sampai pada kesan-kesan yg ditimbulkanya.

Al-Qur'an adalah satu-satunya bacaan yg diatur dan dipelajari tata cara penulisanya, baik dari segi persesuaian dan perbedaanya dengan penulisan masa kini, sampai pada mencari rahasia perbedaan penulisan kata-kata yg sama. Al-Qur'an adalah satu-satunya bacaan yg dihitung jumlah ayat, kata, serta hurufnya.

Al-Qur'an adalah inti sari dari semua pengetahuan. Tetapi, pengetahuan ini terkandung didalam Al-Qur'an sebagai benih dan prinsip. Al-Qur'an memuat prinsip dari segala pengetahuan termasuk kosmologi dan pengetahuan tentang alam semesta. Al-Qur'an bukan hanya sumber pengetahuan metafisis dan relegius, melainkan juga sumber segala pengetahuan. Al-Qur'an adalah pedoman  dan sekaligus kerangka segala kegiatan intelektual Islam.

Al-Qur'an diturunkan bagi petani sederhana dipelosok dusun maupun ahli metafisika di universitas yg berdiri megah ditengah kota megapolitan. Al-Qur'an mengandung berbagai tingkat pengertian dan berlapis makna bagi semua jenis pembacanya. Karena itu, orang harus mempersiapkan diri agar dapat memahami arti Al-Qur'an.

Al-Qur'an sebagai Kitab Suci oleh sebagian umat Islam dihormati secara sangat istimewa. Al-Qur'an diletakan ditempat paling atas dibanding buku-buku biasa. Jika Al-Qur'an jatuh, orang akan segera mengambil dan menciumnya sebagai bentuk penyesalan sekaligus memperbarui komitmen pada kesucianya.

Al-Qur'an adalah segalanya bagi umat Islam. Al-Qur'an memberi pengaruh sentral bagi peradaban Islam. Teks-teks  Al-Qur'an menjadi pusat dan spirit tumbuh kembangnya peradaban muslim. Al-Qur'an menjadi sumber inspirasi berkembangnya ilmu dan kebudayaan.

..............

Pustaka:
Sofyan Abdul Rosyid (2011).Al-Qur'an dan Terjemahanya. Edisi Ilmu Pengetahuan PT Mizan Publishing House. Bandung 



 

AL-Qur'an dan Terjemahanya. Edisi Ilmu Pengetahuan (1)

Pengantar
Segala puji bagi Allah. Dialah yg telah menurunkan AL-Qur'an kepada hambaNya tanpa sedikitpun mengandung kesalahan. Kitab yg mampu mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju terang benderang dengan izin-Nya.
Shalawat dan salam semoga selalu dilimpahkan kepada Rasulullah Saw, penerima Al-Kitab yg berisi penjelasan tentang segala sesuatu, petunjuk, rahmat dan kabar gembira bagi kaum muslim. Salawat dan salam mudah-mudahan juga Allah limpahkan kepada seluruh keluarga dan para sahabat yg beriman, membantu, menolong, dan mengikuti cahaya yg diturunkan kepada beliau, serta mereka yg mengikuti jalanya dan bersatu dalam naungan ajaranya hingga hari kiamat. 

(Agus Purwanto,D.Sc/ Fisikawan Teoritik, Pencinta dan Pengkaji Al-Qur'an)

Pustaka:
Sofyan Abdul Rosyid (2011).Al-Qur'an dan Terjemahanya. Edisi Ilmu Pengetahuan PT Mizan Publishing House. Bandung