Minggu, 25 November 2012

5 Tips Berguna untuk menentukan harga produk Anda



 Jika Anda punya produk baru. Anda ingin mendapatkan keuntungan dari itu, dan Anda ingin tetap bisnis anda menguntungkan. Namun, disisi lain konsumen menjadi semakin tidak rasional, dan persaingan menjadi lebih berat dari waktu ke waktu.
Bagaimana Anda bisa menetapkan harga yang wajar untuk produk Anda dalam jangka panjang?
Tujuan dari setiap strategi yang baik adalah untuk memaksimalkan keuntungan untuk perusahaan Anda sementara juga memenuhi tuntutan, tetap kompetitif di pasar, dan akhirnya menambahkan nilai ke ekuitas merek Anda.
Mari saya pandu Anda untuk menentukan keputusan harga Anda. Berikut adalah 5 tips untuk menentukan dan mempertahankan harga yang efisien untuk produk Anda:
1. Menguji air.
Label harga pada produk Anda seperti ekspresi keuangan tentang bagaimana pelanggan Anda melihat nilainya. Ini juga merupakan produk sampingan dari riset pasar hati-hati dan percobaan terus menerus dan kesalahan untuk menganalisis bagaimana harga-sensitif pelanggan Anda dari satu nomor ke yang lain.
PASAR PERMINTAAN - Menyediakan promosi, diskon, premi, bonus, dan menyesuaikan hal. Memenuhi tujuan bisnis Anda - mendapatkan jelas tentang membuat uang.
Memperkirakan sensitivitas pelanggan harga.
2. Pertimbangkan faktor.
PERSAINGAN dan KONDISI PASAR - Pertanyaannya adalah, kapan hak produk?
Periksa musiman produk Anda - itu tinggi di saham pada waktu tertentu dalam setahun? Dalam seminggu? Dari hari?
Harga harus berfluktuasi dari waktu ke waktu. Tujuannya adalah untuk memahami bagaimana untuk mempertahankan profitabilitas sementara menghasilkan nilai terbaik bagi pelanggan.
Tempat
3. Jangan memberikan markdown berlebihan.
Bila produk Anda ditempatkan pada posisi yang relatif tinggi di pasar, itu bagus untuk mengurangi harga untuk menarik lebih banyak pelanggan untuk meningkatkan margin keuntungan Anda. Harian penawaran, kupon, diskon, promosi.
Bundel lini produk Anda dan memberikan manfaat, bonus, dan premi.
4. Menaikkan suku Anda dengan bijaksana.
Harga adalah satu-satunya variabel dalam bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan. Ini adalah elemen kunci yang membantu Anda secara konsisten meningkatkan bottom line perusahaan Anda. Jumlah pada tag harga berfungsi untuk mendukung posisi produk Anda di pasar seluruh setiap tahap siklus hidupnya. Tugas Anda adalah untuk memutuskan bagaimana Anda ingin mengelola variabel lain dalam bauran pemasaran - jenis saluran distribusi, materi promosi, dan fitur produk yang ingin Anda gunakan - dan menyelaraskan mereka dengan tujuan keuangan Anda dalam rangka membangun harga yang wajar.
PROSES PRODUKSI - Tujuan bisnis Anda adalah untuk keuntungan. Jika Anda memiliki kerugian bersih dari biaya produksi Anda, Anda telah gagal bisnis Anda.
Faktor yang paling penting dalam menetapkan harga produk Anda menentukan kualitas atau daya tahan. Arahkan strategi pemasaran Anda untuk meyakinkan masyarakat umum untuk menerima harga tertentu untuk menemani produk Anda.
5. Jangan pernah berhenti bereksperimen.
Memantau harga dan biaya Anda secara teratur. Database memandu Anda untuk tetap kompetitif di pasar. Hal ini juga membantu Anda untuk mendapatkan keuntungan dengan jenis uang Anda layak untuk membuat keluar dari bisnis Anda.
Harga membutuhkan seni menyeimbangkan persepsi pelanggan dari produk Anda dengan realitas ekonomi. Pikirkan jangka panjang: Setelah Anda mengatur nada yang tepat untuk harga yang efisien pada peluncuran produk Anda, menjaga kecepatan dan tetap renovasi untuk cabang peluang pertumbuhan baru, termasuk pengembangan produk baru, dan memaksimalkan keuntungan.
Memaksa diri untuk terus berinovasi bisnis Anda.
Simpan beberapa uang tunai dan dapatkan desain dengan harga terjangkau di Sribu.com.kembangkan bisnis anda  dengan kami, kami sediakan jasa berbagai desain label kualitas, Desain Logo, desain kemasan, Desain Produk, dan banyak lagi. Mulai hari ini!


sumber:
http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2012/11/26/5-tips-berguna-untuk-menentukan-harga-produk-anda-511833.html

Anomali Nilai Tukar




Gratisan Musik
 
Dalam suatu seminar di hadapan puluhan pengusaha di daerah Serpong baru-baru ini, saya memperoleh pertanyaan yang relatif pelik untuk dijawab. Pertanyaan tersebut dilontarkan menanggapi optimisme yang (selalu) saya sampaikan dalam pertemuan tersebut.

Saya mengatakan, perekonomian Indonesia mengalami momentum pertumbuhan yang sangat bagus di tengah krisis perekonomian global dewasa ini. Pertanyaannya, kalau memang Indonesia seperti yang digambarkan, mengapa rupiah menjadi mata uang yang kinerjanya paling buruk (the worst performing currency) 2012 ini? Menurut pengusaha tersebut, ini jelas anomali.

Pertanyaan pengusaha itu ditimpali rekannya yang menyatakan, negara lain yang kinerjanya lebih buruk dibandingkan Indonesia, seperti Singapura dan Malaysia, justru mata uangnya menguat. Apa yang terjadi sebenarnya? Saya cukup lama berkarya di Bank Indonesia (BI), sekira 25 tahun. Oleh karena itu dulu saya merasa mengerti tantangan yang dihadapi Bank Indonesia dan apa kebijakan yang mereka tempuh.

Ternyata menghadapi pertanyaan semacam itu, yang dulu rasanya bisa mudah menjawabnya, saya kebingungan untuk mencari jawabannya. Oleh karena itu mudah-mudahan tulisan ini dibaca petinggi BI yang menangani bidang tersebut dan mencoba untuk memberikan jawaban yang masuk akal, yang bisa dicerna pengusaha dan masyarakat pada umumnya.

Pada waktu saya banyak berceramah di mana-mana, dimulai dengan suatu presentasi di International Banking Forum di kota kecil Brescia, Italia Utara, dengan judul "Indonesia towards a One Trillion Dollar Economy" (Indonesia menuju Perekonomian Satu Triliun Dolar) di Juni 2011, saya masih memiliki keyakinan yang besar, perekonomian USD1 triliun tersebut sungguh dapat tercapai di 2012 mengingat nilai tukar rupiah yang masih di sekira Rp8.500 per dolarnya.

Pada waktu itu prediksi saya mengenai produk domestik bruto (PDB) nominal Indonesia di 2012 akan mencapai antara Rp8.400 triliun sampai Rp8.600 triliun. Kalaupun meleset, target itu akan dicapai paling lambat 2013. Tapi ternyata nilai tukar rupiah sungguh licin seperti belut, nilai tukar tersebut tiba-tiba merosot dan bahkan melampaui Rp9.000 dan bahkan saat ini berada pada level di atas Rp9.600.

Intinya, saya meyakini nilai mata uang rupiah memiliki kekuatan dan saya yakin akan berada pada level Rp8.500 atau bahkan mungkin lebih kuat lagi. Oleh karena itu saya bingung untuk menjelaskan kenapa tiba-tiba mata uang kita itu melemah. Sebab negara seperti Malaysia dan Singapura pun terpengaruh oleh krisis global dan bahkan lebih parah dibandingkan dengan kita dampaknya. Tapi kenapa mata uang mereka justru menguat?

Penjelasan yang sering saya terima mengenai fenomena ini adalah titik ekuilibrium dari mata uang kita yaitu dengan menggunakan perhitungan real effective exchange rate. Intinya, mata uang rupiah memang sewajarnya harus melemah. Sebab, melihat perkembangan inflasi Indonesia dengan negara-negara mitra dagang beserta pergerakan nilai mata uang mereka, nilai tukar rupiah yang seharusnya terhadap dolar adalah seperti yang saat ini kita miliki.

Dengan kata lain nilai tukar rupiah terhadap dolar dewasa ini sudah berada pada tingkat ekuilibriumnya, pada tingkat keseimbangan baru. Saya tentunya sangat memahami teori tersebut karena dahulu teori itu pulalah yang menjadi pegangan saya semasa di Bank Indonesia. Jika teori tersebut tidak kita ikuti dan rupiah lebih kuat dari titik yang ada sekarang ini, barang-barang ekspor kita akan menjadi lebih mahal sehingga tidak akan laku di pasaran.

Sementara barang impor menjadi lebih murah sehingga pada akhirnya impor akan mengalami kenaikan tajam. Itulah yang terjadi selama beberapa bulan terakhir dan itulah pula mengapa rupiah menjadi melemah. Itulah penjelasan yang kita terima selama ini. Sebetulnya, melihat berbagai data statistik maupun negara lain, saya sering juga dibingungkan dengan fakta bahwa antara tingkat inflasi dan tingkat harga kadang kala tidak nyambung.

Di Indonesia, tingkat inflasi selalu lebih tinggi dibandingkan dengan mitra dagang kita, tetapi tingkat harganya (level of prices) justru lebih rendah. Unilever Indonesia misalnya mampu menghasilkan produk yang sama persis dengan Unilever negara lain dan ternyata biaya produksi Unilever Indonesia termasuk yang terendah di dunia, hanya sedikit di atas Bangladesh.

Jika harga produk Unilever Indonesia (seperti Pepsodent, sabun Lux, Sunsilk) dibandingkan dengan produk yang sama di Malaysia, Singapura, dan Filipina, harga produk Unilever Indonesia adalah yang paling murah. Saya yakin apa yang dapat dicapai oleh Unilever tersebut juga dicapai oleh produsen Indonesia lainnya. Oleh karena itu, untuk produk manufaktur, daya saing produk Indonesia sudah tinggi meskipun tidak ada "subsidi" dari pelemahan rupiah.

Itulah sebabnya saat ini industri automotif Indonesia mampu mengekspor mobil ke luar negeri sebanyak 300 ribu setahunnya (CBU, CKD, dan komponen).Sementara itu jika yang ingin di-"subsidi" oleh pelemahan rupiah adalah komoditas, seperti batu bara, CPO, karet, minyak dan gas, sebetulnya berbagai komoditas tersebut harganya ditentukan oleh pasar dunia. Kita hanya bertindak sebagai price taker.

Oleh karena itu upaya mendorong ekspor jenis ini melalui pelemahan nilai rupiah rasanya juga tidak akan banyak manfaatnya. Di pihak lain, dengan sangat kuatnya perekonomian domestik, pelemahan nilai rupiah justru melemahkan kemampuan produksi mereka. Setiap kali rupiah melemah akan menyebabkan kenaikan biaya produksi sehingga mereka selalu dihadapkan kepada pilihan untuk mengurangi volume setiap paknya atau menambah harga jualnya.

Jika ini dilakukan oleh seluruh produsen dari perekonomian domestik kita, ujung-ujungnya akan terjadi tekanan inflasi. Di tengah tekanan untuk menaikkan UMP saat ini, risiko terjadinya inflasi karena adanya pelemahan nilai rupiah tentunya tidak bisa dipandang ringan. Dengan berbagai pertimbangan tersebut, mungkin ada baiknya teman-teman di Bank Indonesia untuk melakukan reassessment pilihan-pilihan kebijakan yang perlu diambil dengan secara serius melihat dampaknya pada tingkat dunia usaha, tidak hanya pada tataran makro saja.

Siapa tahu dengan melakukan analisis tersebut, kebijakan yang ada saat ini perlu mengalami banting setir karena bagaimanapun dalam keadaan perekonomian yang sedang bagus seperti saat ini, yang paling dikhawatirkan orang adalah terjadinya kesalahan kebijakan (policy mistake).

CYRILLUS HARINOWO HADIWERDOYO
Pengamat Ekonomi (Koran SI/Koran SI/ade) 
 
sumber:
http://economy.okezone.com/read/2012/11/26/279/723105/anomali-nilai-tukar

Valuasi Saham

Valuasi saham adalah tata cara / metode / prosedur untuk mendapatkan nilai atas saham dari suatu Perusahaan. Shannon Pratt mengajarkan bagaimana kita melakukan valuasi saham. Ada tiga pendekatan yang bisa digunakan yaitu Net Assets Approach, Market Approach dan Income Approach, yang bisa dipilih dengan memperhatikan karakteristik obyeknya. Dalam valuasi saham, perlu diperhatikan tujuan valuasi. Sehingga penggunaan metode, analisis dan penerapan unsur-2 pembentuk nilai serta hasil valuasi tepat guna.

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Valuasi_Saham

Spekulasi


Spekulasi, keuangan dalam artian sempit yaitu termasuk membeli, memiliki, menjual, dan menjual short saham, obligasi, komoditi, mata uang, koleksi, real estate, derivatif, ataupun instrumen keuangan lainnya dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan dari fluktuasi harga dimana pembelian tersebut bukannya untuk digunakan sendiri atau untuk memperloeh penghasilan yang timbul dari deviden atau bunga . Spekulasi atau agiotage pada pasar keuangan adalah berbeda dengan apa yang disebut lindung nilai, investasi jangka panjang ataupun pendek, dan arbitrasi.

Spekulasi dapat terjadi pada sebagian besar perdagangan komoditi namun yang terbanyak adalah pada transaksi perdagangan berjangka dan transaksi derivatif lainnya .

Benjamin Graham seorang pakar analisis sekuriti memberikan definisi dari spekulasi ditinjau dari sudut investasi yaitu " suatu kegiatan investasi adalah investasi yang dilakukan dengan cara melakukan analisis keuangan secara seksama, menjanjikan keamanan modal dan kepuasan atas tingkat imbal hasil . Kegiatan yang tidak memenuhi prasyarat tersebut adalah merupakan tindakan spekulatif. "

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Spekulasi

PENGERTIAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA


A. PENGERTIAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah
pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat
menunjang aktivitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Bagian atau unit yang biasanya mengurusi sdm adalah departemen sumber daya manusia atau
dalam bahasa inggris disebut HRD atau human resource department. Menurut A.F. Stoner
manajemen sumber daya manusia adalah suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan
untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk
ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya.

Manajemen sumber daya manusia juga menyangkut desain sistem perencanaan,
penyusunan karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kinerja,
kompensasi karyawan dan hubungan ketenagakerjaan yang baik. Manajemen sumber daya
manusia melibatkan semua keputusan dan praktik manajemen yang memengaruhi secara
langsung sumber daya manusianya.

Berikut ini adalah pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) menurut para ahli:

1. Menurut Melayu SP. Hasibuan.
MSDM adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan
efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat.

2. Menurut Henry Simamora
MSDM adalah sebagai pendayagunaan, pengembangan, penilaian, pemberian balasan jasa
dan pengelolaan terhadap individu anggota organisasi atau kelompok bekerja.
MSDM juga menyangkut desain dan implementasi system perencanaan, penyusunan
personalia, pengembangan karyawan, pengeloaan karir, evaluasi kerja, kompensasi karyawan
dan hubungan perburuhan yang mulus.

3. Menurut Achmad S. Rucky
MSDM adalah penerapan secara tepat dan efektif dalam proses akusis, pendayagunaan,
pengembangan dan pemeliharaan personil yang dimiliki sebuah organisasi secara efektif
untuk mencapai tingkat pendayagunaan sumber daya manusia yang optimal oleh organisasi
tersebut dalam mencapai tujuan-tujuannya.

4. Menurut Mutiara S. Panggabean
MSDM adalah proses yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pimpinan dan
pengendalian kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan analisis pekerjaan, evaluasi pekerjaan,
pengadaan, pengembangan, kompensasi, promosi dan pemutusan hubungan kerja guna
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Dari definisi di atas, menurut Mutiara S. Panggabaean bahwa, kegiatan di bidang sumber
daya manusia dapat dilihat dari dua sudut pandang, yaitu dari sisi pekerjaan dan dari sisi
pekerja.

Dari sisi pekerjaan terdiri dari analisis dan evaluasi pekerjaan. Sedangkan dari sisi pekerja
meliputi kegiatan-kegiatan pengadaan tenaga kerja, penilaian prestasi kerja, pelatihan dan
pengembangan, promosi, kompensasi dan pemutusan hubungan kerja.
Dengan definisi di atas yang dikemukakan oleh para ahli tersebut menunjukan demikian
pentingnya manajemen sumber daya manusia di dalam mencapai tujuan perusahaan,
karyawan dan masyarakat.Unsur manajemen (Tool of management), biasa dikenalMarket/
marketing, pasar

B. Model Manajemen Sumber Daya Manusia
Di dalam memahami berbagai permasalahan pada manajemen sumber daya manusia
dan sekaligus dapat menentukan cara pemecahannya perlu diketahui lebih dahulu model-
model yang digunakan oleh perusahaan kecil tidak bias menerapkan model yang biasa
digunakan oleh perusahaan besar. Demikian pula sebaliknya. Dalam perkembangan model-
model ini berkembang sesuai dengan situasi dan kondisi serta tuntutannya.
Untuk menyusun berbagai aktifitas manajemen sumber daya manusia ada 6 (enam) model
manajemen sumber daya manusia yaitu:

1. Model Klerikal
Dalam model ini fungsi departemen sumber daya manusia yang terutama adalah memperoleh
dan memelihara laporan, data, catatan-catatan dan melaksanakan tugas-tugas rutin. Fungsi
departemen sumber daya manusia menangani kertas kerja yang dibutuhkan, memenuhi
berbagai peraturan dan melaksanakan tugas-tugas kepegawaian rutin.

2. Model Hukum
Dalam model ini, operasi sumber daya manusia memperoleh kekutannya dari keahlian
di bidang hukum. Aspek hukum memiliki sejarah panjang yang berawal dari hubungan
perburuhan, di masa negosiasi kontrak, pengawasan dan kepatuhan merupakan fungsi pokok
disebabkan adanya hubungan yang sering bertentangan antara manajer dengan karyawan.

3. Model Finansial
Aspek pinansial manajemen sumber daya manusia belakangna ini semakin berkembang
karena para manajer semakin sadar akan pengaruh yang besar dari sumber daya manusia
ini meliputi biaya kompensasi tidak langsung seperti biaya asuransi kesehatan, pensiun,
asuransi jiwa, liburan dan sebagainya, kebutuhan akan keahlian dalam mengelola bidang
yang semakin komplek ini merupakan penyebab utama mengapa para manajer sumber daya
manusia semakin meningkat.

4. Model Manjerial
Model manajerial ini memiliki dua versi yaitu versi pertama manajer sumber daya manusia
memahami kerangka acuan kerja manajer lini yang berorientasi pada produktivitas. Versi
kedua manajer ini melaksanakan beberapa fungsi sumber daya manusia.
Departemen sumber daya manusia melatih manajer lini dalam keahlian yang diperlukan
untuk menangani fungsi-fungsi kunci sumber daya manusia seperti pengangkatan, evaluasi
kinerja dan pengembangan. Karena karyawan pada umumnya lebih senang berinteraksi
dengan manajer mereka sendiri dibanding dengan pegawai staf, maka beberapa departemen
sumber daya manusia dapat menunjukan manajer lini untuk berperan sebagai pelatih dan
fsilitator.

5. Model Humanistik
Ide sentral dalam model ini adalah bahwa, departemen sumber daya manusia dibentuk untuk
mengembangkan dan membantu perkembangan nilai dan potensi sumber daya manusia di
dalam organisasi. Spesialis sumber daya manusia harus memahami individu karyawan dan
membantunya memaksimalkan pengembangan diri dan peningkatan karir.
Model ini menggabarkan tumbuhnya perhatian organisasi terhadap pelatihan dan
pengembangan karyawan mereka.

6. Model Ilmu Perilaku
Model ini menganggap bahwa, ilmu perilaku seperti psikologi dan perilaku organisasi
merupakan dasar aktivitas sumber daya manusia. Prinsipnya adalah bahwa sebuah pendekatan sains terhadap perilaku manusia dapa diterpkan pada hampir semua permasalahan sumber daya manusia bidang sumber daya manusias yang didasarkan pada prinsip sains meliputi teknik umpan balik, evaluasi, desain program dan tujuan pelatihan serta manajemen karir.

C. Fungsi manajemen

1. Perencanaan
Perencanaan adalah usaha sadar dalam pengambilan keputusan yang telah diperhitungkan
secara matang tentang hal-hal yang akan dikerjakan di masa depan dalam dan oleh suatu
organisasi dalam rangka pencapaian tujuan yang telah dilakukan sebelumnya.

2. Rekrutmen
Menurut Schermerhorn, 1997 Rekrutmen (Recruitment) adalah proses penarikan sekelompok
kandidat untuk mengisi posisi yang lowong. Perekrutan yang efektif akan membawa peluang
pekerjaan kepada perhatian dari orang-orang yang berkemampuan dan keterampilannya
memenuhi spesifikasi pekerjaan.

3. Seleksi
Seleksi tenaga kerja adalah suatu proses menemukan tenaga kerja yang tepat dari sekian
banyak kandidat atau calon yang ada. Tahap awal yang perlu dilakukan setelah menerima
berkas lamaran adalah melihat daftar riwayat hidup / cv / curriculum vittae milik pelamar.
Kemudian dari cv pelamar dilakukan penyortiran antara pelamar yang akan dipanggil dengan
yang gagal memenuhi standar suatu pekerjaan. Lalu berikutnya adalah memanggil kandidat
terpilih untuk dilakukan ujian test tertulis, wawancara kerja / interview dan proses seleksi
lainnya.

4. Orientasi, Pelatihan dan Pengembangan
Pelatihan (training) merupakan proses pembelajaran yang melibatkan
perolehan keahlian, konsep, peraturan, atau sikap untuk meningkatkan kinerja tenga
kera.(Simamora:2006:273). Menurut pasal I ayat 9 undang-undang No.13 Tahun 2003.
Pelatihan kerja adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan,
serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja pada
tingkat ketrampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi jabatan dan
pekerjaan.

Pengembangan (development) diartikan sebagai penyiapan individu untuk memikul
tanggung jawab yang berbeda atau yang Iebih tinggi dalam perusahaan, organisasi, lembaga
atau instansi pendidikan,

Menurut (Hani Handoko:2001:104) pengertian latihan dan pengembangan adalah
berbeda. Latihan (training) dimaksudkan untuk memperbaiki penguasaan berbagal
ketrampilan dan teknik pelaksanaan kerja tertentu, terinci dan rutin. Yaitu latihan
rnenyiapkan para karyawan (tenaga kerja) untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan sekarang.
Sedangkan pengembangan (Developrnent) mempunyai ruang lingkup Iebih luas dalam upaya
untuk memperbaiki dan meningkatkan pengetahuan, kemampuan, sikap dlan sifat-sifat
kepribadian.

5. Evalauasi Kinerja
Evaluasi sama pentingnya dengan fungsi-fungsi manajemen lainnya, yaitu
perencanaan, pengorganisasian atau pelaksanaan, pemantauan (monitoring) dan
pengendalian. Terkadang fungsi monitoring dan fungsi evaluasi, sulit untuk dipisahkan.
Penyusunan sistem dalam organisasi dan pembagian tugas, fungsi serta pembagian peran
pihak-pihak dalam organisasi, adakalanya tidak perlu dipisah-pisah secara nyata. Fungsi
manajemen puncak misalnya, meliputi semua fungsi dari perencanaan sampai pengendalian.
Oleh karena itu, evaluasi sering dilakukan oleh pimpinan organisasi dalam suatu rapat kerja,
rapat pimpinan, atau temu muka, baik secara reguler maupun dalam menghadapi kejadian-
kejadian khusus lainnya.

Sebagai bagian dari fungsi manajemen, fungsi evaluasi tidaklah berdiri sendiri.
Fungsi-fungsi seperti fungsi pemantauan dan pelaporan sangat erat hubungannya dengan
fungsi evaluasi. Di samping untuk melengkapi berbagai fungsi di dalam fungsi-fungsi
manajemen, evaluasi sangat bermanfaat agar organisasi tidak mengulangi kesalahan yang
sama setiap kali.

6. Kompensasi
Pemberian balas jasa langsung dan tidak langsung berbentuk uang atau barang kepada
karyawan sebagai imbal jasa( output) yang diberikannya kepada perusahaan. Prinsip
Kompensasi adalah adil dan layak sesuai prestasi dan tanggung jawab.

7. Pengintegrasian
Kegiatan untuk mempersatukan kepentingan perusahaan dan kebutuhan karyawan, sehingga
tercipta kerjasama yang serasi da saling menguntungkan.

8. Pemeliharaan
Kegiatan untuk memelihara atau meningkatkan kondisi fisik, mental dan loyalitas karyawan
agar tercipta kerjasama yang panjang.

9. Pemberhentian
Pemutusan hubungan kerja adalah pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang
mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antar pekerja dan pengusaha.
Sedangkan menurut Moekijat mengartikan bahwa Pemberhentian adalah pemutusan
hubungan kerjas seseorang karyawan dengan suatu organisasi perusahaan.

D. 4 (Empat) tujuan manajemen SDM adalah sebagai berikut:

a. Tujuan Sosial
Tujuan sosial manajemen sumber daya manusia adalah agar organisasi atau
perusahaan bertanggungjawab secara sosial dan etis terhadap keutuhan dan tantangan
masyarakat dengan meminimalkan dampak negatifnya.

b. Tujuan Organisasional
Tujuan organisasional adalah sasaran formal yang dibuat untuk membantu organisasi
mencapai tujuannya.

c. Tujuan Fungsional
Tujuan fungsional adalah tujuan untuk mempertahankan kontribusi departemen
sumber daya manusia pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.

d. Tujuan Individual
Tujuan individual adalah tujuan pribadi dari tiap anggota organisasi atau perusahaan
yang hendak mencapai melalui aktivitasnya dalam organisasi.

Sumber: http://hildaagustina.blogspot.com/2012/01/pengertian-manajemen-sumber-daya.html

Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli

1. Menurut Horold Koontz dan Cyril O'donnel :
Manajemen adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain.

2. Menurut R. Terry :
Manajemen merupakan suatu proses khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya.

3. Menurut Lawrence A. Appley :
Manajemen adalah seni pencapaian tujuan yang dilakukan melalui usaha orang lain.

4. Menurut Drs. Oey Liang Lee :
Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

5. Menurut James A.F. Stoner :
Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan sumua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.

6. Menurut Mary Parker Follet :
Manajemen adalah suatu seni, karena untuk melakukan suatu pekerjaan melalui orang lain dibutuhkan keterampilan khusus.

7. Menurut Hilman :
Manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama.

8. Menurut Encylopedia of the Social Sience :
Manajemen adalah suatu proses dengan mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi.

9. Menurut G.R. Terry :
Manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata.

10. Menurut Ricky W. Griffin :
Manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.

11. Menurut Henry Fayol :
Manajemen mengandung gagasan lima fungsi utama yaitu, merancang, mengorganisasi, memerintah, mengoordinasi, dan mengendalikan.

12. Menurut Chaster I Bernard :
Manajemen yaitu seni dan ilmu,

13. Menurut Federick Winslow Taylor :
Manajemen adalah Suatu percobaan yang sungguh-sungguh untuk menghadapi setiap persoalan yang timbul dalam pimpinan perusahaan (dan organisasi lain)atau setiap system kerjasama manusia dengan sikap dan jiwa seorang sarjana dan dengan menggunakan alat-alat perumusan.

14. Lyndak F. Urwick :
Manajemen adalah Forecasting (meramalkan), Planning Orga-nizing (perencanaan Pengorganisiran), Commanding (memerintahklan), Coordinating (pengkoordinasian) dan Controlling (pengontrolan).

15. Menurut Prof. Eiji Ogawa :
Manajemen adalah Perencanaan, Pengimplementasian dan Pengendalian kegiatan-kegiatan termasuk system pembuatan barang yang dilakukan oleh organisasi usaha dengan terlebih dahulu telah menetapkan sasaran-sasaran untuk kerja yang dapat disempurnakan sesuai dengan kondisi lingkungan yang berubah.


16. Menurut Dr. Ahuja :
Manajemen adalah pihak yang menawarkan jasa untuk segi bidang yang berhubungan dengan bidang manajemen.

17. Menurut Renville Siagian :
Manajemen adalah suatu bidang usaha yang bergarak dalam bidang jasa pelayanan dan dikelola oleh para tenaga ahli tyerlatih serta berpengalaman.

18. Menurut Dr. Bennett N.B Silalahi, M.A :
Manajemen adalah suatu ilmu perilaku yang mencakup aspek sosial eksak tidak dari tanggungjawab keselamatan dan kesehatan kerja baik dari segi perencanaan.

19. Menurut William H. Newman :
Manajemen adalah fungsi yang berhubungan dengan memperoleh hasil tertentu melalui orang lain.

20. Menurut Drs. Oey :
Manajemen adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengontrolan.

21. Daft (2003:4) sebagai berikut:
“Management is the attainment of organizational goals in an effective and efficient manner through planning organizing leading and controlling organizational resources”. Pendapat tersebut kurang lebih mempunyai arti bahwa manajemen merupakan pencapaian tujuan organisasi dgn cara yg efektif dan efisien lewat perencanaan pengorganisasian pengarahan dan pengawasan sumberdaya organisasi.



22. Plunket dkk.(2005:5) mendefinisikan manajemen sebagai :
“One or more managers individually and collectively setting and achieving goals by exercising related functions (planning organizing staffing leading and controlling) and coordinating various resources (information materials money and people)”. Pendapat tersebut kurang lebih mempunyai arti bahwa manajemen merupakan satu atau lebih manajer yg secara individu maupun bersama-sama menyusun dan mencapai tujuan organisasi dengan melakukan fungsi-fungsi terkait (perencanaan pengorgnisasian penyusunan staf pengarahan dan pengawasan) dan mengkoordinasi berbagai sumber daya (informasi material uang dan orang).

23. Lewis dkk.(2004:5) mendefinisikan manajemen sebagai:
“the process of administering and coordinating resources effectively and efficiently in an effort to achieve the goals of the organization.” Pendapat tersebut kurang lebih mempunyai arti bahwa manajemen merupakan proses mengelola dan mengkoordinasi sumber daya-sumber daya secara efektif dan efisien sebagai usaha utk mencapai tujuan organisasi.

24. Menurut Drs. M. Manullang (2001:3) :
Istilah manajemen mengandung 3 (tiga) pengertian, sbb.:
1. Manajemen sebagai suatu proses
2. Manajemen sebagai suatu kolektivitas orang-orang yang melaksanakan manajemen
3. Manajemen sebagai suatu seni (art) dan sebagai suatu iilmu

25. Menurut Dr. SP. SIAGIAN dalam buku :
“FILSAFAT ADMINISTRASI” MANAGEMENT DAPAT DIDEFINISIKAN SEBAGAI “KEMAMPUAN ATAU KETERAMPILAN UNTUK MEMPEROLEH SUATU HASIL DALAM RANGKA PENCAPAIAN TUJUAN MELALUI ORANG LAIN”. DENGAN DEMIKIAN DAPAT PULA DIKATAKAN BAHWA MANAGEMENT MERUPAKAN INTI DARIPADA ADMINISTRASI KARENA MEMANG MANAGEMENT MERUPAKAN ALAT PELAKSANA UTAMA DARIPADA ADMINSITRASI”

26. Menurut Prof. Dr. H. ARIFIN ABDULRACHMAN dalam buku
“KERANGKA POKOK-POKOK MANAGEMENT” DAPAT DIARTIKAN : a. KEGIATAN-KEGIATAN/AKTIVITAS-AKTIVITAS; b. PROSES, YAKNI KEGIATAN DALAM RENTETAN URUTAN- URUTAN; c. INSITUT/ ORANG – ORANG YANG MELAKUKAN KEGIATAN ATAU PROSES KEGIATAN.

27. Menurut ORDWAY TEAD yang disadur oleh DRS. HE. ROSYIDI dalam buku
“ORGANISASI DAN MANAGEMENT“, definisi Manajemen adalah “PROSES DAN KEGIATAN PELAKSANAAN USAHA MEMIMPIN DAN MENUNJUKAN ARAH PENYELENGGARAAN TUGAS SUATU ORGANISASI DI DALAM MEWUJUDKAN TUJUAN YANG TELAH DITETAPKAN “.

28. Hilman mengatakan bahwa : manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama. Menurut pengertian yang kedua, manajemen adalah kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen. Jadi dengan kata lain, segenap orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen dalam suatu badan tertentu disebut manajemen. Menurut pengertian yang ketiga, manajemen adalah seni (Art) atau suatu ilmu pnegetahuan. Mengenai inipun sesungguhnya belum ada keseragaman pendapat, segolongan mengatakan bahwa manajemen adalah seni dan segolongan yang lain mengatakan bahwa manajemen adalah ilmu. Sesungguhnya kedua pendapat itu sama mengandung kebenarannya.

Sumber:
http://www.scribd.com/doc/87341017/Pengertian-Manajemen-Menurut-Para-Ahli

Pengertian Manajemen Keuangan

Definisi Manajemen Keuangan mengalami perkembangan mulai dari pengertian manajemen yang hanya mengutamakan aktivitas memperoleh dana saja sampai yang mengutamakan aktivitas memperoleh dan menggunakan dana serta pengelolaan terhadap aktiva.

Beberapa Pengertian Manajemen Keuangan menurut para ahli:
a. Liefman: Manajemen Keuangan merupakan usaha untuk menyediakan uang dan menggunakan uang untuk mendapat atau memperoleh aktiva.
b. Suad Husnan: Manajemen Keuangan ialah manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan.
c. Grestenberg: how business are organized to acquire funds, how they acquire funds, how the use them and how the prof ts business are distributed.
d. James Van Horne: Manajemen Keuangan adalah segala aktivitas yang berhubungan dengan perolehan, pendanaan dan pengelolaan aktiva dengan tujuan menyeluruh.
e. Bambang Riyanto: keseluruhan aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan us aha mendapatkan dana yang dip erlukan dengan b i aya yang minimal dan syaratsyarat yang paling menguntungkan beserta usaha untuk menggunakan dana tersebut seefisien mungkin.

Dari Pengertian Manajemen keuangan di atas, dapat ditarik beberapa kesimpulan bahwa manajemen keuangan berhubungan dengan tiga aktivitas (fungsi) utama:
a. Allocation of funds (aktivitas penggunaan dana) yaitu aktivitas untuk menginvestasikan dana pada berbagai aktiva. Alokasi dana berbentuk:
* Financial assets (aktiva finansial) yaitu selembar kertas berharga yang mempunyai nilai pasar karena mempunyai hak memperoleh penghasilan, misalnya: saham, sertif~kat deposito, atau obligasi.
* Real assets (aktiva riil) yaitu aktiva nyata: tanah, bangunan, peralatan.
b. Raising of funds (aktivitas perolehan dana) yaitu aktivitas untuk mendapatkan sumber dana balk dari sumber internal perusahaan maupun sumber eksternal perusahaan, termasuk juga politik dividen. Sumber dana pada perusahaan secara keseluruhan:
c. Manajemen assets (aktivitas pengelolaan aktiva) yaitu setelah dana diperoleh dan dialokasikan dalam bentuk aktiva-aktiva harus dikelola seefisien mungkin.

Sumber:
http://www.pengertiandefinisi.com/2012/03/pengertian-manajemen-keuangan.html