Data dalam Rapor Pendidikan sesungguhnya bukan sekadar angka statistik administratif. Ia adalah potret kehidupan sosial masyarakat. Di balik persentase literasi, numerasi, dan angka partisipasi sekolah, terdapat cerita tentang anak yang harus membantu orang tua di kebun, remaja yang berhenti sekolah demi bekerja, hingga anak-anak disabilitas yang belum menemukan sekolah yang mampu menerima mereka.
Penurunan ini menunjukkan bahwa kelompok remaja yang berada di jalur pendidikan nonformal semakin rentan tertinggal secara akademik.
Dalam konteks ekonomi daerah, kondisi ini berbahaya. Sulawesi Tengah sedang memasuki era industrialisasi yang membutuhkan tenaga kerja adaptif, numeratif, dan mampu memecahkan persoalan teknis. Rendahnya kemampuan numerasi akan berdampak langsung pada daya saing sumber daya manusia lokal.
Artinya, banyak remaja usia SMA di Sulawesi Tengah yang tidak lagi berada di bangku sekolah.
Rapor Pendidikan 2025 seharusnya tidak dipandang sebagai dokumen administratif tahunan semata. Ia harus dibaca sebagai peta arah pembangunan manusia Sulawesi Tengah.
- Penguatan akses pendidikan usia dini dan pendidikan menengah atas.
- Perluasan sekolah inklusif dan layanan pendidikan disabilitas.
- Revitalisasi SMK berbasis kebutuhan industri daerah.
- Penguatan kualitas guru dalam pembelajaran interaktif.
- Pemerataan sarana pendidikan di daerah terpencil dan kepulauan.
- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (2025). Rapor Pendidikan Indonesia Tahun 2025. Jakarta: Kemendikdasmen.
- Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tengah. (2025). Sulawesi Tengah Dalam Angka 2025. Palu: BPS Sulawesi Tengah.
- UNESCO. (2024). Global Education Monitoring Report 2024. Paris: UNESCO.
- OECD. (2023). PISA 2022 Results: The State of Learning and Equity in Education. Paris: OECD Publishing.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar