Loading...

Minggu, 28 Juli 2013

Manajemen Strategik Dalam Pengembangan Daya Saing Organisasi (10)



Manfaat Manjemen Strategik
Tujuan utama manajemen strategik adalah untuk mempelajari mengapa banyak perusahaan sukses dan mengapa banyak perusahaan lainya gagal. Bagaimana perusahaan mengelola kesuksesan di tengah situasi persaingan serta bagaimana perusahaan menghadapi kegagalan dan bangkit dari kegagalanya untuk menjadi perusahaan yang maju merupakan pokok bahasan utama dalam manajemen strategik.

Kata strategi sendiri sebenarnya berasal dari terminologi militer yang berarti siasat. Strategi digunakan oleh militer untuk mendeskripsikan cara-cara atau jalan yang akan ditempuh untuk mengalahkan musuh. Para ahli manajemen bisnis mengadopsi kata strategi ini untuk menjelaskan tindakan-tindakan yang dilakukan perusahaan untuk mencapai kinerja puncak dalam rangka mengungguli pesaingnya. Dengan memasukan kata strategi dalam  konteks manajemen bisnis para ahli manajemen bisnis telah memunculkan istilah baru yang dikenal dengan manajemen strategik.

Kata strategi sendiri sebenarnya berasal dari terminologi militer yang berarti siasat. Strategi digunakan oleh milliter untuk mendeskripsikan cara-cara atau jalan yang akan ditempuh untuk mengalahkan musuh. Para ahli manajemen bisnis mengadopsi kata strategi ini untuk menjelaskan tindakan-tindakan yang dilakukan perusahaan untuk mencapai kinerja puncak dalam rangka mengungguli pesaingnya. Dengan memasukan kata strategi dalam konteks manajemen bisnis, para ahli manajemen bisnis telah memunculkan istilah baru yang dikenal dengan manajemen strategik.

Manajemen strategik adalah seperangkat keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan kinerja organisasi dalam jangka panjang. Manajemen strategik didefinisikan sebagai kumpulan keputusan  dan tindakan yang merupakan hasil rumusan dan implementasi pada rencana yang dibuat untuk mencapai tujuan perusahaan serta bagaimana mengevaluasi dan melaksanakan tindakan tersebut demi tercapainya tujuan perusahaan, yang mencakup perumusan, implementasi, dan evaluasi rencana strategi. Dalam bahasa militer, strategi diartikan sebagai perencanaan untuk memimpin suatu kekuatan perang agar dapat memenangi pertempuran. Dalam konteks bisnis, strategi adalah metode untuk berkompetisi melalui tindakan pengeefektifan alokasi sumber-sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan.

Sebelum istilah manajemen strategik digunakan, kata perencanaan strategik telah begitu dikenal luas di kalangan akademisi dan praktisi. Dalam perencanaan strategik, beberapa pertanyaan dasar yang harus dijawab oleh perusahaan adalah (1) Apa yang akan kita kerjakan dan untuk siapa hal itu dikerjakan? (2) Tujuan apa yang ingin kita capai? (3) Bagaimana kita mengelola aktivitas organisasi supaya dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan? Tujuan perencanaan strategik sendiri adalah merumuskan cetak biru yang digunakan sebagai landasan gerak organisasi untuk dapat mencapai tujuan. Perusahaan-perusahaan besar, menengah, dan kecil perlu perumusan perencanaan strategik untuk dapat merespons para pesaing, mengatasi kecepatan perubahan lingkungan, dan mengefektifkan penggunaan sumber-sumber daya dan semua persoalan yang termasuk dalam misi perusahaan.

Manajemen strategik menyempurnakan proses perencanaan strategik yang ada menjadi lebih lengkap.  Manajemen strategik merupakan proses manajerial yang tidak berhenti pada perencanaan saja, melainkan juga mengelola sumber daya strategik pada tingakatan aksi dan evaluasi. Singkatnya, manajemen strategik dalam perusahaan ataupun organisasi akan memberikan banyak manfaat bagi perusahaan atau organisasi itu sendiri. Pendekatan manajemen strategik dapat mendorong perusahaan untuk senantiasa menyadari adanya perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan bisnis. Dengan kesadaran akan adanya lingkungan yang berubah dan berpengaruh pada bisnis yang tengah dijalani, perusahaan akan mampu merumuskan strategi yang tepat secara sistematik untuk mengantisipasi berbagai pengaruh negatif yang muncul dan memanfaatkan pengaruh positif yang tersedia dari perubahan-perubahan yang ada.

Pendekatan manajemen strategik akan memberikan arah atau panduan yang lebih jelas mengenai masa depan perusahaan. Hal ini akan mempermudah perusahaan dalam mewujudkan cita-citanya karena dengan arah yang jelas perusahaan dapat menyusun langkah-langkah yang  jelas pula. Kejelasan mengenai masa depan ini akan mendorong para karyawan bekerja lebih produktif sehingga secara keseluruhan kinerja perusahaan akan menjadi lebih baik.

Manajemen strategik melibatkan semua unsur dalam organisasi baik dalam proses perumusan maupun implementasinya. Situasi ini memungkinkan terjadinya komunikasi antar unsur perusahaan yang merupakan kunci sukses perusahaan. Secara finansial, manajemen strategik akan mendorong peningkatan dalam produksi, penjualan, dan laba karena perusahaan didorong memiliki kinerja yang tinggi.

Selain manfaat keuangan, manajemen strategik juga memberikan manfaat non-keuangan seperti meningkatkan kesadaran akan ancaman-ancaman yang berasal dari luar lingkungan perusahaan, memungkinkan perusahaan memahami strtaegi pesaing, meminimalisir munculnya resistensi terhadap perubahan yang terjadi dalam organisasi, memungkinkan hubungan yang  jelas antara penghargaan dan kinerja, serta membuat perusahaan mampu melihat perubahan sebagai peluang.

Pustaka:
Musa Hubeis dan Mukhamad Najib (2008), Manajemen Strategik dalam Pengembangan Daya Saing Organisasi, PT Alex Media Komputindo Kelompok Gramedia, Jakarta.
.........

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar